DIHIMBAU BAGI KEPALA SEKOLAH SMA/SMK/SMLB UNTUK SEGERA MENGUPDATE DATA SEKOLAH MASING-MASING KE SITUS PENDATAAN DIKMEN KARENA AKAN DIJADIKAN DASAR PENERBITAN NOMOR PESERTA UN, PENYALURAN BANTUAN SERTIFIKASI GURU, BOS, BSM, BANTUAN SARPRAS DAN BANTUAN LAINNYA, CALL CENTER 088809113493 - 08889025129_http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id_Terima Kasih_Tim ICT Center SMK Alor

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Acara Indonesia Summit 28 Februari 2013

Posted by ictcentersmkalor Kamis, 28 Februari 2013 0 komentar
Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Acara Indonesia Summit 28 Februari 2013, dapat diunduh dalam lampiran di bawah ini:


Remarks Mendikbud Indonesia Summit 28 Feb 2013.pdf


Baca Selengkapnya ....

Strategi Pendidikan Menyiapkan Tenaga Terampil

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta—Pendidikan berperan penting dalam membangun daya saing bangsa, mengurangi kemiskinan , dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Peran penting pendidikan dalam pengembangan ekonomi di Indonesia terutama untuk menyediakan tenaga kerja terampil.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan tantangan dunia pendidikan ke depan semakin besar. Dia menyebutkan, berdasarkan prediksi McKensey (2012), kebutuhan tenaga kerja terampil di Indonesia akan meningkat dari 55 juta pada 2012 menjadi 113 juta pada 2030. “Pemerintah telah memfomulasikan sejumlah kebijakan strategis untuk menjawab tantangan ini, dua tahun lebih awal dari laporan itu (McKensey),” katanya pada Indonesia Summit 2013 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (28/2/2013).
Mendikbud menyebutkan, kebijakan pertama adalah meningkatkan wajib belajar dari sembilan tahun menjadi 12 tahun melalui pendidikan menengah universal. Targetnya adalah meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah menjadi tidak kurang dari 97 persen. “Dan tidak ada lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke SMA,” katanya.
Kebijakan kedua, lanjut Mendikbud, adalah meningkatkan akses ke pendidikan tinggi yang mengacu pada Undang-Undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Undan-undang itu menyatakan, pemerintah wajib menyelenggarakan sedikitnya satu akademi komunitas di setiap kabupaten. Selain itu, setidaknya ada satu universitas dan politeknik di tiap provinsi. “Ditargetkan akan dibangun 850 akademi komunitas pada 2025,” katanya.
Undang-undang itu, kata Mendikbud, juga menyebutkan, pemerintah mempunyai kewajiban menyediakan bantuan operasional bagi perguruan tinggi negeri (PTN) untuk meringankan beban mahasiswa. “Dan sedikitnya 20 persen mahasiswa baru di PTN berasal dari keluarga tidak mampu. Targetnya APK pendidikan tinggi mencapai 53 persen pada 2025,” katanya.
Mendikbud melanjutkan, strategi ketiga adalah merevisi kurikulum untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Kurikulum baru ini, kata Mendikbud, disusun untuk menyiapkan peserta didik menguasai keterampilan di abad 21. “Abad di mana kreativitas dan inovasi menjadi aset utama bagi seseorang untuk menghadapinya,” katanya.
Menteri Nuh menjelaskan, kurikulum baru ini menggunakan metode pendekatan saintifik. Suatu pendekatan siswa harus aktif terlibat dalam mengamati, bertanya, mengasosiasikan, dan melakukan eksperimen. “Diharapkan, proses pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas peserta didik,” ujarnya. (ASW).


Baca Selengkapnya ....

Dokter Kecil Berprestasi Terima Hadiah dari Mendikbud

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta—Sebanyak 29 tim dokter kecil sekolah dasar (SD) usia 9-12 tahun berasal dari 31 kota se-Indonesia mendapat penghargaan  dari Menteri Pendidikan dan kebudayaan Mohammad Nuh  dalam rangka kegiatan Pemberian Penghargaan Dokter Kecil-Mahir Gizi 2012  yang digagas oleh PT Nestle Dancow bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertempat di   Gedung A Kemdikbud, Senayan, Jakarta.
Dalam sambutannya Mendikbud  mengatakan sangat menghargai dan mengapresiasi kegiatan seperti  ini, dengan  program pendidikan  terkait gizi yang baik dapat meningkatkan kemampuan berfikir di kalangan anak –anak sekolah sehingga diharapkan ke depan tidak ada lagi berita anak Indonesia yang mengalami kurang  gizi.  Dengan peningkatan kualitas gizi anak yang baik akan meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing bangsa. Hal ini juga sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ujar Nuh. Jika pada 100 tahun nanti Indonesia merdeka, anak-anak yang kecil-kecil sehat dan  cerdas, saya yakin Indonesia  pasti lebih baik tandasnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai nutrisi, kesehatan dan kebersihan diri kepada anak-anak sekolah dasar, guru dan orangtua mereka.  Diharapkan  dengan kegiatan seperti ini sekolah dapat menjadi  agen perubahan yang di mulai dari anak-anak.    
Dari 29 tim dokter kecil ini terpilih enam tim terbaik  oleh dewan juri dan bagi mereka yang tidak terpilih menjadi terbaik untuk tahun ini berharap agar tahun depan dapat menjadi yang terbaik  dari yang baik, karena ini sebenarnya semuanya bagus tidak ada yang tidak bagus sahut Nuh ketika memberikan hadiah pemenang.
Kegiatan ini dihadiri 200 peserta perwakilan daerah, para pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Pendidikan Dasar Suyanto, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Ibrahim Bafadal, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Didik Suhardi serta Director of Dairy Bussines  PT Nestle Indonesia Jason Avancena.(js)


Baca Selengkapnya ....

Pendistribusian Buku Kurikulum 2013 Dilakukan oleh Pemenang Lelang

Posted by ictcentersmkalor Rabu, 27 Februari 2013 0 komentar
 
 
Jakarta -- Pengadaan buku kurikulum 2013 akan dilakukan melalui proses lelang. Pemenang lelang kemudian melakukan penggandaan sekaligus mendistribusikan buku ke satuan pendidikan yang telah ditetapkan. “Bukunya disiapkan dari Jakarta. Kemudian buku akan dikirimkan oleh pemenang lelang ke sekolah,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim pada dialog interaktif yang disiarkan langsung dari studio Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud bekerjasama dengan Radio KBR 68H di Jakarta, Rabu (27/2/2013).
 
Musliar mengatakan, implementasi kurikulum 2013 akan dimulai pada bulan Juli mendatang. Oleh karena itu, proses pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, dan pendistribusian harus diselesaikan pada akhir Juni nanti. “Dokumen kurikulum sudah selesai. Hari ini buku sedang dikaji oleh dosen dan guru yang ditunjuk,” katanya.
 
Adapun jumlah buku yang akan didistribusikan sebanyak jumlah peserta didik dalam satu kelas. Misalnya, jika ada 30 peserta didik maka akan dikirimkan 30 buku. “Ditambah dengan buku pegangan guru dan buku agama,” kata Wamen.
 
Seperti diketahui, proses penyiapan buku ditargetkan selesai pada akhir bulan ini. Selanjutnya, buku ini akan digunakan untuk pelatihan guru.
 
Musliar mengatakan, buku disediakan oleh pemerintah secara gratis dan tidak satupun yang diwajibkan membeli. Lembar kerja siswa juga tidak akan ada lagi.  “Guru bisa membuat langsung pertanyaan dan tugas yang diberikan kepada peserta didik,” katanya.
 
Pihaknya juga memastikan semua sekolah yang telah ditetapkan untuk melaksanakan kurikulum 2013 ini gurunya telah dilatih. Buku panduan untuk guru sudah disiapkan. “Jadi tidak mungkin guru tidak paham kurikulum ini,” katanya.
 
Musliar menambahkan, implementasi kurikulum 2013 juga mencakup madrasah meliputi madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah. “Tinggal menambahkan mata pelajaran sesuai dengan yang sudah berlaku selama ini,” katanya. (ASW)
 

Baca Selengkapnya ....

Kisi-Kisi Ujian Nasional 2012/2013

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar

Baca Selengkapnya ....

Permendikbud Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Kriteria Kelulusan dan Penyelenggaraan Ujian Nasional

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Permendikbud Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah /Madrasah / Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional, dapat diunduh pada lampiran di bawah ini:


Baca Selengkapnya ....

Pelajaran Bahasa sebagai Sarana Mengembangkan Kemampuan Berpikir

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar

Jakarta -- Pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 mengalami perubahan secara fundamental. Penggunaan bahasa tidak saja hanya dijadikan sebagai sarana komunikasi, tetapi sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir. Dalam impelementasinya, pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan pendekatan berbasis teks.
 
“Ini (perubahan) yang terjadi  di dalam pembelajaran bahasa pada kurikulum 2013.  Pada KTP basisnya tidak pada teks, padahal pikiran yang lengkap, yang disampaikan orang dalam bahasa itu hanya dalam bentuk teks,” kata Plt. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, Mahsun, saat memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (26/02/2012).
 
Mahsun menjelaskan, teks tidak diartikan sebagai bentuk bahasa tulis seperti teks Pancasila, yang sering dibacakan pada saat upacara. Teks dapat berwujud teks tertulis maupun teks lisan. “Teks itu adalah ungkapan pikiran manusia yang lengkap yang di dalamnya ada situasi dan konteksnya,” katanya.
 
Teks, lanjut Mahsun, dibentuk oleh konteks situasi penggunaan bahasa yang di dalamnya ada register atau ragam bahasa yang melatarbelakangi lahirnya teks tersebut. “Register itu meliputi apa pesan yang akan disampaikan, kepada siapa pesan itu disampaikan, dan dalam format bahasa seperti apa pesan itu dikemas,” kata Guru Besar Universitas Mataram itu.
 
Mahsun mengatakan, semua pelajaran bahasa Indonesia mulai jenjang sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA) berbasis teks. Dia menyebutkan, untuk jenjang SD sebanyak 30 jenis, SMP 45 jenis, dan SMA 60 jenis. “Ketika (siswa) sudah selesai mengetahui bagaimana susunan teks itu maka selesailah (pelajaran) bahasa Indonesia. Jadi setiap kompetensi dasar ada indikator penilaiannya,” katanya.
 
Mahsun menambahkan, ada dua jenis teks yaitu teks sastra dan nonsastra. Teks sastra terdiri atas sastra naratif dan nonnaratif. Dia mencontohkan, sastra naratif seperti cerita pendek (cerpen) dan prosa, sedangkan sastra nonnaratif seperti puisi. “Kelas empat SD sudah mulai belajar cerpen. Bahasa sastra sebagai bahan pembelajaran ini akan membuat mata pelajaran menarik,” katanya. (ASW)
 

Baca Selengkapnya ....

Bahasa Indonesia Lebih Unggul sebagai Bahasa Pengantar di Sekolah

Posted by ictcentersmkalor Senin, 25 Februari 2013 0 komentar
Jakarta—Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah dinilai lebih unggul dibandingkan dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang konsisten. Struktur penulisannya sangat jelas dan logis.
Pendapat ini dikemukakan oleh psikolog sekaligus pemerhati pendidikan dari Belanda, Annie Makkink pada kunjungannya ke Kantor Kemdikbud, Jakarta, Senin (25/02/2013).
Annie mengatakan, banyak kata yang dibentuk dalam bahasa Indonesia berasal dari sebuah kata dasar, yang diberi awalan dan/atau akhiran. Jika seseorang telah mengenal beberapa kata dasar maka sudah dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. “Penulisan dalam bahasa Indonesia mempunyai struktur yang sangat jelas. Setiap huruf mempunyai bunyi tersendiri. Apa yang ditulis itulah yang diucapkan,” kata lulusan jurusan psikologi dari Universitas Groningen Belanda ini.
Annie mencontohkan, penulisan huruf b  u  k u akan diucapkan  seperti yang tertulis b/u  k/u. Hal ini berbeda dengan bahasa Inggris. Bahasanya tidak konsisten karena tidak ada hubungan murni antara huruf dan suara atau bunyi. “Karena itu, tidak mudah untuk mengucapkan apa yang tertulis,” katanya.
Dia mencontohkan, sejumlah kata yang berakhiran “oughseperti bough, cough, rough, though, dan through, jiika diucapkan akan terdengar seperti  cow, off, puff, no, dan too.
 “Anak saya baru berumur enam tahun saat datang ke Indonesia. Saya menyuruh belajar bahasa Indonesia. Saya memberitahu yang berbeda dengan bahasa Belanda. Dia langsung bisa membaca dan mendapat nilai delapan untuk bahasa Indonesia di rapor. Walaupun belum bicara bahasa Indonesia, tetapi bisa membaca, karena strukturnya sederhana,” katanya mengisahkan.
Annie mengenal Indonesia sejak 1980 saat mengikuti suaminya yang bekerja sebagai konsultan teknik untuk sekolah menengah kejuruan. Dia mulai meneliti penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah sejak diminta membantu mengajar matematika di sekolah Indonesia.
Dia kemudian pulang kembali ke Belanda pada 1983, namun tetap berhubungan dengan Indonesia. Sejak tahun 1998 dia menjadi penggiat program Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), suatu program untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika di sekolah dasar (SD).
Annie melanjutkan, keunggulan bahasa Indonesia juga dapat dilihat saat digunakan sebagai bahasa pengantar pada mata pelajaran matematika. Misalnya, untuk menjelaskan perkalian dalam matematika anak cukup mengetahui kata dasar “kali”. “Kata ini juga mudah terdengar jika diberikan imbuhan menjadi ‘beberapa kali’ atau ‘berkali-kali’,” terang Annie.
Sementara, di sisi lain, bahasa Inggris lebih sulit digunakan. Untuk menjelaskan ungkapan “tiga kali empat” yaitu dengan menyebutkan “three times four”. Guru juga harus menjelaskan bahwa itu perkalian atau multiplication. “Kata-kata dan bunyinya berbeda,” katanya.
“Waktu saya melihat guru mengajar matematika dengan bahasa Inggris sangat menyedihkan. Guru juga tidak lancar bahasa Inggris, dia sibuk dengan menjelaskan kata-kata yang ditulis,” ujarnya .
Hasilnya, kata Annie, bahasa Inggrisnya jelek dan matematika juga jelek. Guru mengajar menggunakan bahasa Inggris, yang dia sendiri tidak begitu paham. “Menterjemahkan kalimat bagi anak makan waktu,” katanya.
Annie mengaku beruntung dapat mengerti bahasa Indonesia. Banyak negara, kata dia, akan merasa iri dengan bahasa Indonesia karena bahasanya jelas. Dan tepat digunakan terutama untuk mengajarkan matematika dan IPA.
“Hanya beberapa kata sudah jelas. Tidak perlu banyak cerita.  This is very good (implement) in math. Siswa kelas satu di Indonesia setingkat dengan kelas dua di Inggris. Jangan membuang bahasa yang begitu bagus,” katanya.
Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Ramon Mohandas menyampaikan, penggunaan bahasa Indonesia untuk kata-kata istilah teknis di matematika konsisten tidak seperti bahasa Inggris. Dia (Anie) melihat bahwa pengajaran bahasa Inggris pada matematika lebih mudah menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan menggunakan bahasa Inggris." Semua sekolah harus menggunakan pengantar bahasa Indonesia," katanya.
Ketentuan ini, kata dia, berlaku juga bagi sekolah RSBI, yang telah dihapus penyelenggaraannya oleh Mahkamah Konstitusi. “Kalau sekolah internasional silakan saja menggunakan bahasa Inggris,” katanya.(ASW)


Baca Selengkapnya ....

Kurikulum 2013 Mengatasi Kegersangan Budaya

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
 
Kabupaten Banyuwangi— Desain kurikulum 2013 tidak hanya menekankan pada aspek kognitif saja, tetapi juga untuk mengatasi kegersangan budaya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, kegersangan budaya antara lain tampak dari lontaran-lontaran pernyataan kasar yang tidak berdasar.
Perilaku tidak berbudaya itu, kata dia, ada pada kehidupan sehari-hari. “Kurikulum 2013 justru didesain untuk mengatasi kegersangan budaya,” katanya usai meresmikan penegerian Politeknik Banyuwangi di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (24/02/2013).
Karena itu pulalah, lanjut Mendikbud, pendidikan seni budaya juga tetap ada dalam kurikulum 2013. Filosofinya tidak pada keseragaman budaya (cultural uniformity), tetapi keberagaman budaya (cultural diversity).
Menteri Nuh menegaskan, salah satu alasan dikembangkannya kurikulum 2013 adalah perbaikan sikap. Banyak pihak, kata dia, yang memberi masukan bahwa pendidikan tidak boleh menekankan pada hafalan, tetapi harus bisa membentuk sikap.
Karena itulah, lanjut dia, standar kompetensi lulusan dalam kurikulum 2013 adalah peningkatan dan keseimbangan kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.  “Untuk memastikan hal itu terpenuhi maka setiap mata pelajaran mesti dikaitkan dengan pembentukan sikap,” jelasnya.
Menurutnya, pembentukan sikap tidak hanya bisa dilakukan melalui mata pelajaran agama, tetapi juga melalui mata pelajaran lainnya. ”Kompetensi dasar setiap mata pelajaran bisa dikaitkan dengan pembentukan sikap,” katanya.
Mata pelajaran agama sendiri, kata Menteri Nuh, mengalami penambahan materi. Untuk substansi, ditambah dengan materi budi pekerti, sehingga namanya menjadi Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Adapun jumlah jam belajar juga ditambah. Pada jenjang sekolah dasar (SD), yang semula dua jam ditambah menjadi empat jam pelajaran.
Sementara pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), menjadi tiga jam dari semula dua jam pelajaran. “Pendekatannya pun diarahkan pada kehidupan keagamaan yang toleran dan kasih sayang bagi semuanya atau rahmatan lil-alamin. Jauh dari mencetak tukang saja,” kata Mendikbud kepada sejumlah wartawan, yang mengkonfirmasinya mengenai isu rendahnya aspek nilai dalam kurikulum 2013. (IH).


Baca Selengkapnya ....

PGRI Dukung Penerapan Kurikulum 2013

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Semarang --- Para guru tak boleh terus menerus mengalami stigma terkait kualitasnya. Melalui Kurikulum 2013 dimana para guru selaku pelaksananya niscaya bisa menghilangkan stigma tersebut. Mendikbud Mohammad Nuh menyampaikan hal itu dalam sosialisasi Kurikulum 2013 atas undangan IKIP PGRI Semarang, 23 Februari 2013 di Semarang.
Mantan Rektor ITS ini menjelaskan, ada empat standar yang diperbaiki dalam Kurikulum 2013, yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar evaluasi. "Dengan melaksanakan empat standar ini, bukan hanya kualitas guru yang akan meningkat tetapi juga kualitas peserta didik" kata Menteri Nuh.
Dalam kesempatan ini, Ketua Umum PGRI Sulistiyo, meminta para guru di lingkungan PGRI siap mengikuti pelatihan, siap melaksanakan, dan siap mengubah pola pembelajaran sesuai semangat Kurikulum 2013. "Menuju pendidikan yang lebih baik," ujarnya.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Gubernur  Jawa Tengah, menilai  Kurikulum 2013 sudah  disusun dengan seksama. Kurikulum ini merupakan respon terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang pesat. Pemerintah Propinsi  mendukung dan siap melaksanakan Kurikulum 2013 sekaligus mengharapkan Kemdikbud menyiapkan semua perangkatnya seperti buku dan pelatihan guru.
Pengurus  PGRI Propinsi Jateng, Subagyo Brotosedjati, menyatakan PGRI mendukung penerapan Kurikulum 2013. Selaku ketua pelaksana melaporkan peserta sosialisasi terdiri dari 1000 orang dengan peserta terbanyak kepala sekolah di lingkingn PGRI se-Jawa Tengah. (IH)
Semarang --- Para guru tak boleh terus menerus mengalami stigma terkait kualitasnya. Melalui Kurikulum 2013 dimana para guru selaku pelaksananya niscaya bisa menghilangkan stigma tersebut. Mendikbud Mohammad Nuh menyampaikan hal itu dalam sosialisasi Kurikulum 2013 atas undangan IKIP PGRI Semarang, 23 Februari 2013 di Semarang.
Mantan Rektor ITS ini menjelaskan, ada empat standar yang diperbaiki dalam Kurikulum 2013, yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar evaluasi. "Dengan melaksanakan empat standar ini, bukan hanya kualitas guru yang akan meningkat tetapi juga kualitas peserta didik" kata Menteri Nuh.
Dalam kesempatan ini, Ketua Umum PGRI Sulistiyo, meminta para guru di lingkungan PGRI siap mengikuti pelatihan, siap melaksanakan, dan siap mengubah pola pembelajaran sesuai semangat Kurikulum 2013. "Menuju pendidikan yang lebih baik," ujarnya.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Gubernur  Jawa Tengah, menilai  Kurikulum 2013 sudah  disusun dengan seksama. Kurikulum ini merupakan respon terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang pesat. Pemerintah Propinsi  mendukung dan siap melaksanakan Kurikulum 2013 sekaligus mengharapkan Kemdikbud menyiapkan semua perangkatnya seperti buku dan pelatihan guru.
Pengurus  PGRI Propinsi Jateng, Subagyo Brotosedjati, menyatakan PGRI mendukung penerapan Kurikulum 2013. Selaku ketua pelaksana melaporkan peserta sosialisasi terdiri dari 1000 orang dengan peserta terbanyak kepala sekolah di lingkingn PGRI se-Jawa Tengah. (IH)


Baca Selengkapnya ....

SURAT PERMINTAAN ALAMAT E-MAIL SMK

Posted by ictcentersmkalor Sabtu, 23 Februari 2013 0 komentar
Dalam rangka persiapan pelaksanaan prosedur pemberian bantuan dengan sistem elektronik (e-Bantuan) yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMK mulai tahun 2013, dengan ini kami mohon bantuan Saudara untuk menyampaikan alamat e-Mail SMK di wilayah Saudara paling lambat tanggal 8 Maret 2013.
Format Alamat e-Mail yang telah diisi mohon dikirim dalam format excel bersama dengan surat pengantar yang telah disahkan dan discan dalam format pdf ke e-Mail ebantuan@ditpsmk.net. Format Alamat e-Mail dan surat pengantar dapat  diunduh di website www.ditpsmk.net
Dalam mengumpulkan data tersebut, Saudara dapat memberdayakan SMK Pusat Layanan TIK dan/atau MKKS sesuai dengan kebutuhan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline kami melalui Telp 021-5725477 ext. 255/256 atau 021-5725467/57900439.
Demikian kami sampaikan, atas kerjasama yang baik diucapkan terimakasih.
Berikut format lampiran:

Surat Permintaan Alamat E-Mail SMK 

Pengantar alamat email 

Format Alamat Email 


Baca Selengkapnya ....

JADWAL LENGKAP UJIAN NASIONAL 2012/2013

Posted by ictcentersmkalor Kamis, 21 Februari 2013 0 komentar

Bersumber dari http://www.kemdiknas.go.id kami informasikan Jadwal Ujian Nasional SMA dan MA ,SMK,SMALB,SMP, MTs, dan SMPLB,Paket B/Wustha,Paket A/Ula,SD/M yang bisa anda download pada link di bawah ini

Download Disini 


Baca Selengkapnya ....

Himbauan Percepatan Pendataan Online Sekolah Menengah

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Untuk mendukung pelaksanaan Program Pendidikan Menengah Universal tahun 2013, diperlukan data satuan pendidikan menengah yang cepat dan akurat. Untuk itu kini sedang berlangsung proses pendataan online dengan menggunakan Program Aplikasi Sekolah (PAS) untuk SMA, SMK, dan SMLB di seluruh Indonesia. 
Sampai saat ini masih terdapat sekolah yang belum masuk ke dalam sistem pendataan online dan masih banyak sekolah yang telah terekam di dalam sistem tetapi belum sepenuhnya memasukkan data secara lengkap dan akurat terutama untuk data siswa, guru, dan sarana/prasarana sekolah padahal data tersebut  sangat dibutuhkan  untuk menyalurkan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SM, Bantuan Siswa Miskin (BSM), Tunjangan Guru, dan Bantuan Sarana/Prasarana.
Untuk itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah meminta kepada seluruh  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota untuk melakukan verifikasi jumlah dan identitas SMA/SMK/SMLB di wilayahnya masing-masing agar sesuai dengan data referensi sekolah yang terdapat di server Ditjen Pendidikan Menengah. Para Kepala Sekolah juga diminta untuk memasukkan, melengkapi dan meng-apdate data yang diperlukan dengan segera karena hal tersebut sangat penting sebagai syarat untuk bisa mengakses program BOS, BSM, Tunjangan Guru, Bantuan Sarana/Prasarana yang akan mulai disalurkan bulan Februari 2013.
Oleh karena itu bagi sekolah yang belum memasukkan data dan/atau belum melengkapi data, Ditjen Pendidikan Menengah memberi kesempatan untuk melengkapinya sampai minggu kedua bulan Februari 2013 sehingga sekolah tersebut tidak mengalami keterlambatan atau beresiko tidak dapat mengakses program tahun 2013. (Surat edaran himbauan DIRJEN DIKMEN), selengkapnya silahkan 

Baca Selengkapnya ....

Pengelolaan NPSN dan NISN di Kemdikbud

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memberikan klarifikasi atas pemberitaan Kompas, Jumat, 15 Februari 2013, dengan judul ”1.010 SMA Gagal Ikut SNMPTN – Sekolah Tak Terdaftar di PDSP Kemdikbud”.
Seperti diberitakan, siswa dari sekitar 1.010 sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah (MA) di Jawa Tengah  tidak bisa mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Ini disebabkan sekolah mereka belum mendaftar pada pangkalan data sekolah dan siswa.
Plt.Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan Kemdikbud Yul Yunazwin Nazaruddin, menjelaskan, pengelolaan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) merupakan salah satu tugas dan fungsi Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) sebagai pengelola data pendidikan. NPSN dan NISN, kata dia, merupakan master referensi data pendidikan). ”NPSN merupakan sistem kode yang diberikan pada semua satuan pendidikan dengan syarat sekolah tersebut memiliki SK Pendirian atau SK Operasional yang dikeluarkan oleh kantor Dinas Pendidikan setempat,” katanya.
Yul menyampaikan, pengurusan NPSN dilakukan melalui Kantor Dinas Pendidikan setempat (untuk sekolah umum) dan Kapendag kabupaten/kota (untuk madrasah). Sekolah bersangkutan juga dapat langsung menghubungi PDSP, baik melalui email, telepon, atau datang langsung dengan melampirkan/membawa SK Operasional atau SK Pendirian.
Adapun, perihal pendaftaran SNMPTN oleh Pusat Data Sekolah dan Siswa (PDSS-Panitia SNMPTN) dengan NPSN sebagai syarat pendaftaran, PDSP membantu PDSS dalam bentuk webservice NPSN yang ada di data master satuan pendidikan (online).
”Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, PDSP sudah melakukan verifikasi/validasi dan integrasi data identitas satuan pendidikan dari berbagai sumber baik database PDSP, data pokok pendidikan (dapodik) pendidikan dasar, dapodik pendidikan menengah, Ujian Nasional (UN), rehab sekolah, bantuan operasional sekolah (BOS), dan dari dinas pendidikan, ” jelas Yul.
PDSP, juga menginformasikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi seluruh Indonesia untuk memeriksa NPSN yang ada di Dinas Pendidikan/Sekolah dengan yang ada di PDSP (website, http:refsp.data.kemdikbud.go.id), melalui edaran tertanggal 19 November 2012 (no: 7527/P3/LL/2012 perihal helpdesk NPSN), dengan tembusan Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang, Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi, dan Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat
”PDSP membuka helpdesk  dengan telepon/fax 021-57905184, e-mail npsn_pdsp@yahoo.co.id, website http://refsp.data.kemdikbud.go.id dan alamat langsung PDSP Kemdikbud, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, jakarta, Gedung E, Lantai-1 untuk pengurusan NPSN baru baik langsung dari sekolah atau melalui kantor dinas setempat dengan melampirkan SK Operasional atau SK Pendirian,” ujar Yul. (ASW)

Sumber Informasi 

Baca Selengkapnya ....

Ibu Negara Luncurkan Kapal dan Rumah Pintar untuk Pulau Terdepan

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta -- Guna mendekatkan layanan pendidikan untuk wilayah terdepan dan terpencil, sejumlah rumah pintar dan kendaraan pintar diluncurkan, Selasa (19/2) kemarin. Wahana layanan nonformal tersebut diresmikan oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono di Markas Komando Lintas Laut Militer (Mako Kolinlamil) TNI-AL, Jakarta Utara.
"Layanan pendidikan ini adalah untuk menjangkau yang tidak terjangkau, reach the unreach," kata Ibu Ani dalam kesempatan tersebut. Ibu Negara menjelaskan, banyak keluarga Indonesia yang tinggal di daerah sangat terpencil tidak bisa menikmati pendidikan dan kemajuan di perkotaan. Oleh karena itulah kapal, mobil, motor, dan rumah pintar yang diresmikan ini tersebar di berbagai daerah terpencil dan pulau terdepan. "Mobil, motor, rumah, dan kapal pintar menjadi salah satu solusi untuk memberikan akses pada anak-anak dan masyarakat di tempat tersebut," ujarnya menambahkan.
Pada acara itu sebanyak 26 rumah pintar diresmikan. Lima di antara rumah pintar itu berasal dari dana rintisan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan sisanya merupakan bantuan sosial dari Indofood.
Rumah-rumah pintar (rumpin) yang diresmikan tersebut tersebar di Manado, Medan, Aceh, Biak, Kupang, dan Solok. Ada 4 unit rumpin di Riau, 6 unit di Sumatera Selatan, 4 unit di Kalimantan Barat, 1 unit di Kalimantan Timur, dan 1 unit rumpin di Sumatera Selatan. Sedangkan untuk kapal pintar diperuntukkan bagi masyarakat Kepulauan Riau, Perairan Sumatera Selatan, dan Perairan Sorong. Kapal-kapal itu akan menyinggahi pulau-pulau terpencil tersebut secara reguler dan terjadwal. Dengan demikian anak-anak setempat memiliki kesempatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan mengakses informasi yang dibutuhkan.
Memiliki fungsi yang sama, terdapat pula empat unit mobil pintar dari Kementerian Pertahanan yang akan disebar di Sabang, Marauke, Rote, dan Tahuna. Selanjutnya,satu unit motor pintar kerja akan dimanfaatkan di Miangas. Berbagai bantuan dari berbagai pihak itu diapresiasi oleh Ibu Negara. Ia mengatakan memang sepatutnya semua pihak ikut bertanggungjawab terhadap keberlangsungan pendidikan.
"Pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Dengan makin banyak paritsipasi dan kepedulian dari masyarakat, insya Allah upaya kita untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia dapat terwujud dengan lebih cepat lagi," ujar Ibu Ani. (NW, sumber: http://paudni.kemdikbud.go.id)
Keterangan: foto diambil dari http://presidenri.go.id

Baca Selengkapnya ....

Presiden Minta Sosialisasi Kurikulum 2013 Dilakukan Secara Masif

Posted by ictcentersmkalor Rabu, 20 Februari 2013 0 komentar
Jakarta --- Kurikulum 2013 memasuki tahap sosialisasi implementasi. Setelah melalui sidang kabinet paripurna, Senin (18/02) kemarin, Kemdikbud telah menerima lampu hijau dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mensosialisasikan kurikulum 2013.
“Bapak Presiden menyampaikan, yang harus segera dilakukan adalah sosialisasi kurikulum supaya dilaksanakan secara masif. Artinya, secara substansi beliau sudah bisa memahami bahwa kurikulum 2013 ini penting,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, mengulang ucapan Presiden SBY, saat ditemui di ruang kerjanya, Kemdikbud, Jakarta, Selasa (19/02/2013).
Mendikbud mengatakan, implementasi kurikulum 2013 diterapkan kepada sekolah-sekolah yang siap melaksanakannya. Adapun ketentuan kesiapan sekolah diukur dengan mempertimbangkan sejumlah faktor. Pertama, kesiapan dari sisi kelengkapan sekolah. “Maksudnya kelas 1-6 ada. Kan ada sekolah yang belum komplit. Misalnya, sekolah baru (berdiri) itu ada sampai kelas 5 saja,” katanya.
Kedua, akreditasi sekolah. Akreditasi, kata Mendikbud, dinilai mulai dari kelembagaannya sampai tenaga pendidiknya. Menejemen dan sarana prasaranya. “Itu dilihat semua, termasuk prestasi sang anak di sekolah. Itu bagian akreditasi, sehingga dari sisi kelembagaan kalau akreditasi A atau B mestinya sudah siap.,” katanya.
Berdasarkan data Kemdibud, jumlah SD yang terakreditasi A dan B sebanyak 71,5 persen, sedangkan akreditasi C sebanyak 24 persen. “Kalau kita ambil 30 persen kan masih banyak. Saya mendorong tidak hanya A dan B, tapi termasuk yang C,” kata Menteri Nuh.
Adapun jumlah sekolah akreditasi A dan B untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 73,7  persen dan tidak terakreditasi empat persen. Sementara akreditasi A dan B jenjang sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 74 persen dan SMK 84 persen.
“Datanya sudah diberikan ke kabupaten kota saat Rembuknas. Kabupaten diminta verifikasi. Nanti buku-buku atau pelatihan kita siapkan. Termasuk nama guru yang kita latih datanya sudah kita siapkan,” katanya.
Ketiga, kesiapan guru. Kualifikasi guru yang sudah S1 atau D4 dipertimbangkan. Dan yang terakhir adalah menejemen tata kelola sekolah tersebut. “Kami (Kemdikbud) punya data-data sekolahnya. Ini kami serahkan ke kabupaten/kota untuk diverifikasi. Benar siap atau tidak sekolah tersebut,” katanya.
Setelah melalui proses verifikasi, Mendikbud menambahkan, ada kemungkinan perubahan jumlah SD di kabupaten/kota yang akan melaksanakan kurikulum 2013. Komposisi SD negeri dan swasta di suatu kabupaten yang melaksanakan kurikulum 2013 dihitung dengan metode proporsional. Berapa perbandingan sekolah negeri dan swasta yang ada di daerah tersebut, kemudian dikalikan 30 persen "Minimumnya kan 30 persen. Tapi kalau mereka sanggup mendanai sisa dari 30 persen itu, ya bisa saja,” ucapnya.
Yang penting, kata Menteri Nuh, adalah keinginan (willingness) para guru untuk melaksanakan kurikulum 2013. Dari sisi organisasi kelembagaan, lanjutnya, belum ada pihak yang meminta kurikulum 2013 ini ditunda. “Kalau perorangan bisa jadi. Tapi kelembagaan yang harus dipegang, mereka hanya minta dipersiapkan dengan baik,” tuturnya.
Mendikbud menyebutkan, dalam kurikulum 2013, ada tiga bagian penting yang tidak boleh terpisahkan. Yaitu dari sisi kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Sisi kurikuler adalah kurikulum yang digunakan, kokurikuler berupa pendalaman, dan ekstra kurikuler yang menjadi kegiatan siswa di luar jam belajar. “Ketiganya itu satu kesatuan utuh. Intinya, apa yang didapatkan anak bisa optimum. Karena belajar itu tidak cukup hanya di sekolah,” katanya. (AR/ASW)


Baca Selengkapnya ....

Format Pendataan PAS SMK

Posted by ictcentersmkalor 2 komentar


Setelah sekian lama menunggu Format yang dapat membantu Para operator PAS untuk menginput data, maka kini bersumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah ( http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id)  Kami memberikan Format Pendataan PAS SMK untuk mempermudah Setiap Operator PAS di masing - masing sekolah untuk menginput data ke dalam aplikasi PAS.

Semoga dengan Format ini Proses Pendataan PTK dan Siswa di Sekolah masing-masing dapat berjalan dengan baik demi kemajuan SMK  kedepan.

Berikut kami berikan Link Download Format Pendataan PAS SMK Via 4Shared :


DOWNLOAD 


Apabila dalam Proses Pendataan teman-teman mengalami kedala bisa kita berbagai bersama di Chat Box pada Blog ini

Terima Kasih







Baca Selengkapnya ....

Informasi Umum Kegiatan DITPSMK 2013

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar

Memasuki tahun 2013 Direktorat Pembinaan SMK menyiapkan beberapa kegiatan untuk pengembangan SMK. Berikut kami berikan Informasi Umum Kegiatan SMK tahun 2013 yang bersumber dari situs resmi Direktorat Pembinaan SMK ( www.ditpsmk.net ) yang lampiran Informasinya dapat di Download di bawah ini:



Download Disini




Baca Selengkapnya ....

POS UN 2012/2013

Posted by ictcentersmkalor Senin, 18 Februari 2013 0 komentar

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya POS UN 2013 dan Tata Tertib Pengawas UN 2013 untuk tingkat SD/MI,SMP/MTs,SMA/SMK hadir juga di tengah-tengah kita para penyelenggara UN di tingkat Sekolah.

Berikut kami mencoba berbagi tentang POS-UN-SMPSMA-SMK, Tata Tertib Pengawas UN 2013, Kisi-Kisi-SMP-SMA-SMK-PLB-tahun-2012-2013, dan Permen-no-3-tahun-2013 yang bersumber dari Web Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) dan Kemendikbud beserta . Mudah-mudahan  bermanfaat dalam penyelengaraan UN 2013 di tingkat Sekolah

Klik Disini Untuk Download


Baca Selengkapnya ....

Twitter

MAJALAH DIKBUD

TUKAR LINK

ictcentersmkalor

Admin

Admin
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita || Digital Areas - Original design by Bamz | Copyright of ict center smk alor.