DIWAJIBKAN KEPADA SELURUH SMA/SMK/SMLB UNTUK MENGISI DATA POKOK PENDIDIKAN SECARA LENGKAP DAN BENAR KARENA AKAN DIJADIKAN DASAR PENERBITAN NOMOR PESERTA UN, PENYALURAN BANTUAN SERTIFIKASI GURU, BOS, BSM, BANTUAN SARPRAS DAN BANTUAN LAINNYA,Terima Kasih_SATU NUSA SATU BANGSA SATU BAHASA SATU DATA_Tim ICT Center SMK Alor

Keberhasilan Kurikulum 2013

Posted by ictcentersmkalor Senin, 18 Februari 2013 0 komentar
Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke­ berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.
iklan5-skema2
iklan5-skema1
Berkait dengan faktor perta­ma, Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan guru se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang me­ibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya­swara, guru inti, pengawas, ke­­pala sekolah; guru uta­ma me­iputi guru inti, penga­was, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.
Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus di­beri perhatian khusus dalam rencana implementasi dan ke­terlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemung­kinan terjadinya perubahan.
Kesiapan guru lebih penting­ daripada pengembangan kuri­kulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,­ dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah mene­rima materi pembelajaran.
iklan5-gbr1
Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Disinilah guru berperan be­sar di dalam mengimplementa­sikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cer­das tapi juga adaptip terhadap perubahan.

Sumber Informasi

Baca Selengkapnya ....

Kurikulum 2013 Masuki Masa Implementasi

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
 
Malang, Jawa Timur -- Kurikulum 2013 sudah bukan lagi wacana mendukung atau menolak, tetapi sudah masuk masa implementasi. Karena itu Kemendikbud memberikan apresiasi yang tinggi pada Keluarga Besar Muhammadiyah yang selangkah lebih maju untuk melaksanakan kurikulum.
Mendikbud M. Nuh menyampaikan hal itu pada Rembuk Nasional Pendidikan Muhammadiyah Menghadapi Kurikulum 2013, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu, 16 Februari 2013.
Sebelumnya, Rektor UMM, Muhadjir Effendy dalam sambutannya menyatakan, posisi Muhammadiyah bukan pada posisi mendukung atau menolak, tetapi dalam posisi siap melaksanakan Kurikulum 2013. Menurut Muhadjir, hal itu pula yang dikatakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, ketika membuka rembuk tersebut pada pagi harinya.
Mendikbud menambahkan, alasan perlunya pelaksanaan Kurikulum 2013 karena kurikulum yang dikembangkan tersebut sudah diterapkan di sekolah-sekolah yang dianggap maju. Dengan demikian, penerapan Kurikulum 2013 merupakan pengadopsian kurikulum di sekolah-sekolah maju untuk semua jenis sekolah di seluruh tanah air. (IH)


Baca Selengkapnya ....

Kurikulum 2013 Tingkatkan Efektivitas Pembelajaran

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
 
Malang--Dalam Kurikulum 2013, beban guru untuk menyusun silabus akan hilang. Sebabnya, silabus merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen Kurikulum 2013. Pada gilirannya, hilangnya kewajiban menyusun silabus ini akan mengurangi beban administratif para guru.
"Dengan demikian, para guru akan lebih berkonsentrasi pada proses pembelajaran," kata Mendikbud M. Nuh ketika menyampaikan materi Kurikulum 2013, di Universitas Islam Malang (Unisma), Sabtu, 16 Februari 2013.
Mantan Rektor ITS ini mengungkapkan siapapun yang pernah mengajar baik guru maupun dosen tentu sudah mengalami bahwa bukan hal yang mudah menyusun silabus. Penyusunan silabus itu rumit dan penuh konsekuensi. Disamping menuliskannya, mencari buku-bukunya, mempraktekannya hingga mengevaluasinya. Pernyataan ini langsung dibenarkan oleh ratusan peserta sosialisasi dari kalangan guru Lembaga Maarif NU tersebut.
Apalagi dalam Kurikulum 2013, buku-buku untuk pegangan guru maupun untuk peserta didik juga akan disediakan Kemdikbud. "Kedepan para guru tak perlu repot-repot mencari buku. Hanya tinggal mengajar saja. Karena itulah Kurikulum 2013 akan meningkatkan efektivitas pembelajaran," paparnya. (IH).


Baca Selengkapnya ....

Struktur Kurikulum 2013

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.
iklan4-gbr1
iklan4-tabel1
iklan4-tabel2
Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.

iklan4-tbl2
Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.
Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013
ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.
Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.
Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.
Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.
Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.


Baca Selengkapnya ....

Kurikulum 2013 Menyeimbangkan Kompetensi Sikap, Ketrampilan dan Pengetahuan

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
 
Malang--Mendikbud menceritakan bahwa banyak pihak yang mempertanyakan kenapa repot-repot mengubah kurikulum. Bahkan ada yang mengeritik dengan ungkapan ganti menteri ganti kurikulum. "Saya katakan, kalau demi peserta didik, tidak perlu merasa repot. Kalau untuk kemajuan peserta didik, tidak apa-apa dikritik ganti menteri ganti kurikulum. Yang penting generasi masa depan kita bertambah baik. Itu niat kita," tutur Nuh.
Dalam pemaparannya ketika menyampaikan materi kurikulum 2013 di Universitas Islam Malang (Unisma), Sabtu, 16 Februari 2013, Mendikbud menunjukkan bahwa banyak materi pelajaran dari TIMMS dan PISA yang seharusnya sudah diajarkan tapi nyatanya belum diajarkan dalam kurikulum kita sekarang. Akibatnya, prestasi akademik peserta didik kita selalu tertinggal dari negara-negara lain.
Sebaliknya, tambah Nuh, banyak materi yang belum waktunya diajarkan namun sudah diajarkan, sehingga membebani para peserta didik. Misalnya murid-murid kelas satu SD yang baru masuk sekolah dalam minggu pertama sudah harus bisa menuliskan nama-nama teman sekelasnya beserta alamat rumahnya.
Disamping itu, kata Mendikbud, pengembangan Kurikulum 2013 juga didasarkan atas banyak rasionalitas dalam rangka mengembangkan peserta didik yang kreatif, inovatif, produktif, dan afektif. Penekanannya tidak lagi pada ranah kognitif atau hafalan belaka, sebagaimana telah banyak dikritik. Dengan Kurikulum 2013 justeru kita ingin meningkatkan dan menyeimbangkan antara kompetensi sikap (attitude),  keterampilan (skill) dan pengetahuan (cognitive) di kalangan peserta didik. (IH)

Baca Selengkapnya ....

Naskah Soal dan Lembar Jawaban UN Gunakan Barcode

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
 
Kota Depok— Kualitas penyelenggaraannya Ujian Nasional (UN) tahun ini semakin ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kecurangan sekaligus memperkuat kelemahan pelaksanaan di sekolah.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro menyampaikan, mulai tahun ini naskah soal UN dengan lembar jawaban tidak terpisah. Jika pada tahun lalu peserta didik dapat menggunakan lembar jawaban temannya karena terpisah, mulai tahun ini naskah soal dengan lembar jawaban UN (LJUN) merupakan satu kesatuan. “Naskah soal dan lembar jawaban UN menggunakan sistem barcode,” katanya memberikan keterangan pers di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Depok, Selasa (12/2).
Khairil menjelaskan, dengan menggunakan barcode, maka peserta ujian tidak dapat saling tukar kode soal seperti tahun lalu. Dia mengungkapkan, kalau keduanya dipisah maka peserta didik akan menjawab soal secara salah, yang tidak cocok dengan lembar jawaban UN-nya. “Bayangkan kalau keliru, LJUN A dengan soalnya B, pasti jelek sekali nilai si anak,” katanya.
Oleh karena itu, dalam sosialisasi pihaknya menekankan agar jangan sampai lembar jawaban ujian tertukar. Jika lembar jawaban rusak agar minta diganti berikut soalnya. “Jangan hanya meminta lembar jawabannya saja,” katanya.
Demikian sebaliknya, kalau naskah soal rusak jangan hanya minta diganti naskah soal, harus meminta ganti naskah soal beserta LJUN.  “Karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai (scan) akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria. Dengan barcode, kata dia, peserta didik tidak perlu lagi menulis kode soal. “Kode soal tidak akan sama dengan yang lain karena berdasarkan barcode,” katanya.
Khairil menambahkan, persiapan UN sampai saat ini sampai pada merakit soal dan diharapkan cepat selesai. Adapun jumlah soal sebanyak 20 paket untuk setiap ruang ujian berisi 20 peserta. Meski demikian, kata dia, jumlah variasi paket soal tiap provinsi sebanyak 30 buah. “Soal untuk kelas A dan kelas B bisa berbeda karena dibuat 30 paket soal, tetapi dalam ruangan tetap 20 soal,” katanya. (ASW)



Baca Selengkapnya ....

Kemdikbud Siap Selenggarakan Ujian Nasional 2013

Posted by ictcentersmkalor Minggu, 17 Februari 2013 0 komentar
Kota Depok --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menyatakan siap menyelenggarakan Ujian Nasional 2013. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Balitbang, Khairil Anwar yang didampingi anggota BSNP, Teuku Ramli Zakaria, saat menggelar jumpa pers di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Depok, Selasa (12/2).
“UN sudah disiapkan dan akan dilaksanakan sesuai jadwal, yang dimulai pada 15 April 2013 untuk tingkat sekolah menengah. Persiapan kami lakukan sejak tahun lalu, mulai dari pembuatan soal yang dilakukan oleh para ahli, menguji coba, memvalidasi, serta saat ini tengah dalam proses perakitan soal,” ujar Khairil di hadapan awak media.
Ia menjelaskan, untuk melaksanakan UN sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, pihaknya juga sedang melakukan proses tender penggandaan naskah soal dan lembar jawaban UN (LJUN). “Kami berharap pada tanggal 25 atau 26 Februari ini telah terpilih pemenang lelang,” tambah Khairil.
Dalam kesempatan itu, Khairil juga menambahkan, tahun ini Kemdikbud menjawab aspirasi masyarakat yang menginginkan agar pelaksanaan ujian paket dapat dilaksanakan berdekatan dengan jadwal ujian reguler. Untuk itu, pihaknya mengintegrasikan pelaksanaan ujian paket dengan ujian reguler pada waktu yang bersamaan. “Jadi, jadwal pelaksanaan ujian paket C dilaksanakan berbarengan dengan jadwal ujian tingkat SMA sederajat, yaitu pada 15 April 2013,” ungkapnya.
Anggota BSNP, Teuku Ramli mengatakan, pihaknya telah selesai menyusun Prosedur Operasi Standar (POS) UN, peraturan menteri tentang pelaksanaan UN, serta naskah soal yang sudah divalidasi. Demikian pula dengan kisi-kisi soal UN yang telah disebarkan kepada setiap sekolah, sehingga sekolah dapat mempersiapkan peserta didik menghadapi UN tahun ini.
Pihaknya juga meminta bantuan dari media massa untuk ikut mewujudkan pelaksanaan UN yang jujur. Ia mengaku, melalui pemberitaan media massa pihaknya dapat mengetahui siswa yang melakukan kecurangan ataupun pengawas yang lalai saat menjalankan tugasnya.  Untuk itu, pihaknya memperketat pengawasan dan meningkatkan sanksi kepada siswa, guru, dan pengawas yang melakukan praktik kecurangan. “Pengawas yang tertidur saat bertugas akan langsung diberikan sanksi, yaitu dibebastugaskan,” ujarnya. (RAT)


Baca Selengkapnya ....

Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 Ditetapkan

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
 

Kota Depok—Sekolah-sekolah pelaksana kurikulum 2013 telah ditetapkan.  Pada jenjang sekolah dasar (SD) sebanyak 44.609 sekolah dan pada jenjang  sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 36.434 sekolah dengan jumlah siswa kelas VII sebanyak 3.250.717. Adapun pada jenjang sekolah menengah atas (SMA)sebanyak  11.535 sekolah dengan jumlah siswa kelas X sebanyak 1. 420.933,  sedangkan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 9.875 sekolah dengan jumlah siswa kelas X sebanyak 1.131.549.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim saat memberikan pengantar diskusi sidang komisi I yang membahas persiapan implementasi kurikulum 2013 pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Puspangtendik), Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Senin (11/2/2013) kemarin.
“Sudah tetapkan sekolahnya, tetapi boleh mengganti berdasarkan kesiapan sekolah,” kata Musliar.
Musliar menyebutkan, kriteria penetapan sekolah meliputi mencakup semua wilayah provinsi dan kabupaten/kota, negeri dan swasta, ketersediaan guru dan sarana prasarana, serta status akreditasi. “Jadi tidak ada piloting. Semua kabupaten/kota harus melaksanakan kurikulum 2013,” katanya.
Penetapan sekolah negeri dan swasta dilakukan secara proporsional. Hal ini, kata Musliar, dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada semua sekolah. “Boleh diganti, tetapi jangan sampai menimbulkan kecemburuan kepada sekolah swasta andaikata mereka tidak mendapatkan,” katanya.
Setelah penetapan sekolah ini, kata Musliar, tim kurikulum 2013 akan menyiapkan buku kelas 1 SD sebanyak delapan tema dan buku kelas 4 SD sebanyak sembilan tema ditambah enam buku agama. Wamen meminta kepada dinas untuk mendata dan memberikan informasi agar pada saat mengirimkan buku agama bisa tepat sasaran dan tepat jumlah.  “Satu tema akan diajarkan selama lebih kurang empat minggu,” katanya.
Kemudian, kata Musliar, masuk tema dua selama lebih kurang empat minggu juga, sehingga satu tahun anak kelas satu ini hanya mempelajari delapan tema tersebut. “Diajarkan secara terintegratif semuanya di dalam buku tema tersebut,” katanya. (ASW)


Baca Selengkapnya ....

Guru Sasaran Pelatihan Kurikulum 2013 Telah Ditetapkan

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Kota Depok --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menetapkan para guru calon peserta pelatihan implementasi kurikulum 2013. Mereka nantinya yang akan melaksanakan kurikulum pada satuan pendidikan. “Para guru yang akan menjalankan kurikulum ini dipastikan dilatih,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim saat memberikan pengantar diskusi sidang komisi I yang membahas persiapan implementasi kurikulum 2013 pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Puspangtendik), Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Senin (11/2).
Musliar menyebutkan, untuk jenjang sekolah dasar (SD) guru sasaran pelatihan sebanyak lima orang guru per satu rombongan belajar termasuk kepala sekolah. Guru yang dilatih adalah guru kelas 1, guru kelas 4, guru agama, dan guru pendidikan jasmani di masing-masing sekolah yang sudah terpilih. “Guru sasaran adalah guru yang akan melaksanakan kurikulum itu sendiri,” katanya.
Adapun untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) meliputi kepala sekolah, guru agama, guru pendidikan jasmani, guru seni budaya, guru IPA, guru IPS, guru bahasa Inggris, guru bahasa Indonesia, guru PKN , guru matematika, dan guru prakarya . “Mata pelajaran di SMP disederhanakan menjadi 10. Guru yang akan dilatih 11 orang guru untuk kelas VII,” kata Musliar.
Khusus untuk mata pelajaran IPS, sekolah harus memilih salah satu guru yaitu guru sejarah, guru geografi, atau guru ekonomi. Demikian juga halnya untuk mata pelajaran IPA. Selain guru, pengawas juga diberikan pelatihan. Bagi guru yang mengajar tidak hanya di kelas VII saja, tetapi juga mengajar di kelas VIII dan IX harus memprioritaskan mengajar di kelas VII terlebih dahulu.
“Sepanjang sudah semua kelas VII itu diajarnya, kalau masih belum cukup mengajar, silakan mengajar di kelas VIII, tetapi materi yang akan diajarkan di kelas VII harus didapatkan oleh murid dengan guru yang sudah kita latih tersebut,” kata Wamen.
Adapun untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) jumlah guru yang dilatih minimal sebanyak lima orang termasuk kepala sekolah meliputi guru matematika, guru bahasa Indonesia, guru sejarah, dan guru bimbingan konseling (BK). “Kenapa guru BK perlu dilatih ? karena guru BK ini ke depan akan berperan besar terutama di dalam menentukan peminatan yang akan dipilih oleh siswa,” katanya.
Seperti diketahui, pada jenjang SMA tidak akan ada lagi penjurusan IPA, IPS, dan bahasa seperti dilaksanakan sekarang ini. Melainkan berupa peminatan yang dipilih oleh peserta didik. Pemilihan peminatan dilakukan saat baru mulai masuk sekolah. “Pertama masuk mereka akan mendapatkan sembilan mata pelajaran pokok. Kemudian ditambah dengan empat mata pelajaran peminatannya dan dia diberikan kesempatan untuk memilih dua mata pelajaran berikutnya,” kata Musliar.
Musliar mengatakan, karena keterbatasan waktu dan dana yang tersedia untuk tahun 2013 maka pada jenjang SMA dan SMK baru bisa menyediakan tiga buku yaitu bahasa Indonesia, matematika, dan sejarah. “Nanti kalau punya dana di APBN-P, semua guru akan dilatih walaupun belum akan menerapkan karena bukunya belum tersedia,” katanya. (ASW)

Baca Selengkapnya ....

Kepala Dinas Pendidikan Berperan Penting Tingkatan Kualitas Pendidikan

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
 
Bojongsari, Depok -- Kepala Dinas Pendidikan berperanan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan guru. Oleh karena itu, untuk menghasilkan generasi yang lebih baik  di masa yang akan datang misinya ada di masing-masing kadis pendidikan, kata Wapres Boediono saat memberikan sambutannya pada pembukaan Rembuknas, Kemdikbud Senin (11/02/2013) di Pusbangtendik, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.
Menurut Wapres, kepala dinas pendidikan jangan hanyut pada  masalah pekerjaan rutin anggaran saja, walaupun hal itu juga memang penting. "Tapi di balik itu semua adalah bagaimana meningkatkan mutu pendidikan yang baik, oleh karena itu kemajuan bangsa ini juga ada di pundak para kepala dinas pendidikan sebagai pemeran penting di daerah untuk meningkatkan  mutu pendidikan yang baik pula," ujar Wapres.
Jika dalam menyiapkan pendidikan ini gagal maka hasilnya pun akan gagal sebagai upaya menyiapkan kemajuan bangsa, ujar Boediono. "Demikian pula sebaliknya jika pendidikan disiapkan dengan baik dan terencana  maka hasilnya juga akan baik," ujarnya.  Wapres berpesan agar jangan sampai lalai mensusseskan misi besar dalam pembangunan pendidikan nasional. "Gunakan anggaran untuk tujuan yang efektif," Pesan Wapres. (ST)


Baca Selengkapnya ....

Mendikbud : Kontribusi di Dunia Global Penting, Kualitas Lebih Penting

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
 
Kota Depok --- Kontribusi jumlah lulusan pendidikan tinggi Indonesia di dunia terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2000-an kontribusi jumlah lulusan perguruan tinggi Indonesia sebanyak tiga persen dari jumlah lulusan perguruan tinggi di seluruh dunia, tahun 2010 sebanyak empat persen, dan pada 2020 diperkirakan naik 5-6 persen atau urutan ke lima di dunia berdasarkan tingkat populasi penduduk.
Dari data terakir yang dikeluarkan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada Februari 2013, Indonesia berada di kuadran 1, yaitu negara yang mengalami perbaikan dari sisi equity dan performance. “Equity naik 7 persen, dan performance naik 30 persen,” kata  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, saat memberi paparan di hadapan 1000 peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013, di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Senin (11/02).
Untuk itu, Mendikbud mengajak seluruh pemangku kepentingan dunia pendidikan untuk mengerahkan segala upaya untuk tidak sekedar mengejar peningkatan kontribusi, tapi lebih kepada kualitas pendidikan itu sendiri. “Kontribusi kita memang penting, tapi yang penting itu kualitasnya,” kata Menteri Nuh.
Kualitas pendidikan ditunjukkan oleh kualitas lulusan dalam dunia kerja. Pekerja yang kompeten sangat dibutuhkan. Perguruan tinggi-perguruan tinggi terutama yang memiliki kemampuan dan kompetensi di wilayah social enginerring, diajak untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pembentukan tenaga kerja yang kompeten. “Pendidikan itu bukan sekadar urusan tenaga kerja, tapi juga kemartabatan,” imbuhnya.
Ukuran peningkatan dalam dunia pendidikan erat hubungannya terhadap ukuran yang dipakai pada penelitian di dunia. Peningkatan kualitas pendidikan dasar, menengah dan tinggi akan berpengaruh pada ukuran Indeks Pembangunan Manusia (HDI), Millenium Development Goals (MDG’s), dan Pendidikan Untuk Semua (EFA). “Oleh karena itu, kita mengkaitkan (pendidikan) dengan berbagai bidang, karena pendidikan itu jadi akarnya. Kalau pendidikan bagus, maka EFA selesai, HDI selesai,” tandasnya. (AR)


Baca Selengkapnya ....

Wapres: Implementasi Kurikulum 2013 Jangan Molor

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
 
Kota Depok --- Pemerintah berencana mengimplementasikan kurikulum 2013 mulai Tahun Pelajaran 2013/2014 pada Juli mendatang. Wakil Presiden RI Boediono meminta agar dalam persiapannya tidak hanya terkait buku, guru, dan infrastruktur, tetapi juga isinya.
 
Menurut Wapres, meskipun secara operasional lancar, tetapi kalau isinya tidak dirumuskan dengan baik maka hasilnya tidak optimal. Dia meminta agar implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap. “Tetapi perlu kita ingat, jangan molor karena yang rugi generasi muda. Begitu molor pasti ada korban, sebagian generasi kita tidak bisa menerima manfaat dari kurikulum baru,” katanya pada pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Puspangtendik), Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Senin (11/2/2013).
 
Wapres mengatakan, persiapan dan keinginan untuk melaksanakan kurikulum tidak harus dilakukan sekaligus. Hal ini, kata dia, mengingat banyaknya jumlah peserta didik, sekolah, dan guru. Dia memperkirakan, kurun waktu tiga tahun untuk menyelesaikan implementasi kurikulum 2013 dianggap cukup selama dikerjakan dengan benar. “Kita harus realistis, tidak mungkin dilaksanakan sekaligus. Saya mendukung kurikulum 2013, kita semua berusaha sekeras-kerasnya,” katanya.
 
Sementara terkait isi kurikulum, Wapres menyerahkan hal tersebut kepada ahlinya. Namun, dia mengingatkan, ada keseimbangan antara kemampuan hardskills dan kemampuan softskills. Wapres mencontohkan, kemampuan hardskills adalah kemampuan teknis seperti penguasaan matematika, sedangkan kemampuan softskills adalah kemampuan untuk menjadi manusia yang baik seperti mampu bekerja dalam tim dan memiliki toleransi terhadap pandangan yang berbeda. “Ini intinya dan itu fokus kurikulum mendatang,” katanya. 
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, kurikulum 2013 mendapatkan respon positif dari para pelaku utama dunia pendidikan yaitu guru, kepala sekolah, pengawas, dan pengelola pendidikan. Sambutan baik, katanya, juga datang dari orang tua. “Kami yakin anggota Komisi X pada akhirnya memberikan pandangan yang sama. Oleh karena itu, ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kemdikbud untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik,” katanya. (ASW)
 

Baca Selengkapnya ....

Lima Fokus Bahasan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
 
Jakarta --- Ada lima prioritas pendidikan dan kebudayaan yang akan diangkat dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013. Kelima prioritas tersebut merupakan bahasan penting yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2010-2014 yang akan segera berakhir.
“Menjelang akhir RPJMN ini kita harus melihat kembali apa saja terget-target kita dan sudah sejauh mana capaiannya,” kata Sekretaris Jenderal Kemdikbud Ainun Na’im, pada jumpa pers RNPK 2013 di Gedung C Kemdikbud, Jakarta, Jumat (8/02).
Dari lima prioritas tersebut salah satunya adalah kurikulum 2013. Dalam RNPK 2013 ini akan dibahas bagaimana implementasi kurikulum 2013, termasuk di dalamnya penyiapan guru dan penyiapan buku. Kedua, RNPK akan membahas implikasi atas berlakunya undang-undang pendidikan tinggi yang disahkan pada Desember 2012 lalu. Bagaimana perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan tinggi bisa tercapai. Misalnya, bagaimana mekanisme penyaluran Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), penyaluran bantuan mahasiswa, mendirikan perguruan tinggi di daerah terpencil dan pendirian akademi komunitas.
Ketiga, pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU). Keempat, tata kelola, dan kelima adalah pelayanan budaya. Mengenai tata kelola akan dibahas bagaimana Kemdikbud bisa menyediakan layanan pendidikan yang efektif dan efisien, dalam zona integritas yang bebas korupsi. Sedangkan dalam pelayanan budaya, akan membahas yang berkenaan dengan pelestarian budaya, penanaman nilai-nilai budaya kepada siswa, dan menyebarluaskan nilai budaya Indonesia ke dunia internasional.
Lima fokus bahasan tersebut akan dibahas dalam sidang komisi yang terbagi dalam lima komisi. Sedangkan untuk sidang pleno, akan hadir untuk menjadi narasumber Sofyan Efendi, yang akan mengangkat tentang pendekatan baru dalam pengelolaan kepegawaian, Wali Kota Surabaya dan Gubernur Kalimantan Timur, yang akan mengangkat tentang implementasi layanan pendidikan di daerahnya.
Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2013 rencananya secara resmi akan dibuka Senin, (11/02) pukul 09.00 Wib di Pusat pengembangan Tenaga Kependidikan, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, oleh Wakil Presiden RI Boediono. Sehari sebelumnya, Minggu (10/02) malam, akan dilaksanakan sarasehan yang dihadiri oleh kepala dinas dan kepala sekolah peserta RNPK untuk membahas masa depan eks RSBI.
Dalam acara pembukaan RNPK 2013 juga akan dilakukan penandatanganan kontrak kinerja Mendikbud dengan Pejabat Eselon 1 Kemdikbud, dan Pejabat Eselon 1 dengan UPT-UPT di bawahnya. RNPK 2013 mengundang 1003 peserta yang terdiri dari kepala dinas pendidikan, rektor perguruan tinggi, kopertis, atase dari 14 negara, UPT, komisi X DPR RI, dan lain sebagainya. Direncanakan turut hadir dalam acara pembukaan Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. (AR)


Baca Selengkapnya ....

SMKN 1 KALABAHI SEBAGAI ICT CENTER SMK KABUPATEN ALOR

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Latar Belakang
 Pesatnya kemajuan Information and Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola dan cara kegiatan bisnis, industri, perdagangan, dan pemerintah. Perkembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa.
Berbagai keadaan menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu mendayagunakan potensi TIK secara baik, dan oleh karena itu Indonesia terancam kesenjangan digital (digital divide). Kesenjangan sarana dan prasarana TIK antara kota dan pedesaan, juga memperlebar jurang perbedaan sehingga terjadi pula digital divide di dalam negara kita sendiri.
Agar tidak semakin tertinggal terhadap negara-negara maju, Indonesia perlu melakukan terobosan sehingga secara efektif dapat mempercepat pendayagunaan TIK untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan landasan yang kokoh bagi pembangunan secara berkelanjutan.
Di dalam hal ini pemerintah perlu secara proaktif dan dengan komitmen yang tinggi membangun kesadaran politik dan menumbuhkan komitmen nasional.
Dalam kaitan dengan itu pula, maka Departemen Pendidikan Nasional, membentuk sentra-sentra ICT pada masing-masing kabupaten dan kota untuk mengurangi kesenjangan yang ada dan untuk menggali potensi daerah setempat dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi dan komunikasi.
Oleh sebab itu, maka ICT Center adalah unit operasional pada SMK, PPPPTK atau LPMP yang turut membantu mempercepat pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada dunia pendidikan dan masyarakat.
Maksud dan tujuan
Kegiatan pembangunan ICT Center ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut
  1. Memberikan kesempatan yang lebih luas kepada guru dan instruktur untuk mendapatkan berbagai jenis pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dalam mengajar utamanya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar.
  2. Meningkatkan keterpaduan perencanaan dengan melakukan pembinaan SDM secara terpadu (integrated) yang berorientasi kepada pengembangan SDM yang mendukung peningkatan kemajuan dan aktivitas sesuai dengan rencana pengembangan pendidikan tingkat nasional, propinsi dan kabupaten / kota yang berlaku.
  3. Meningkatkan ketelitian program layanan dan kecepatan perencanaan, pengendalian, pelaksanaan dan evaluasi manfaat dengan menggunakan bantuan sistem perangkat komputer yang telah ada di masing-masing unit kerja.
  4. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengendalian pelaksanaan dan operasi & pemeliharaan prasarana, sarana dan laboratorium yang mendukung program pengembangan pendidikan.
  5. Menjadi pusat layanan informasi pendidikan bagi komponen sekolah, industri dan masyarakat.
Tugas pokok dan fungsi Secara umum, ICT Center memiliki 3 tugas pokok dan fungsi, yaitu:
1. Pusat pembelajaran dan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
2. Pusat pembelajaran dan pengembangan Sumber Daya Manusia
3. Pusat pembelajaran dan pengembangan Konten dan Sistem Informasi Pendidikan Pusat belajar dan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terjadi dengan amat pesat. Setiap hari, bahkan setiap jam ditemukan berbagai inovasi terbaru dalam bidang ini. Perkembangan ini harus disikapi secara serius oleh dunia pendidikan maupun masyarakat, karena kemampuan peserta diklat maupun masyarakat tidak boleh tertinggal dari kemajuan teknologi yang telah direngkuh oleh negara-negara lain, sehingga pengkajian mutu dan materi bahan ajar harus selaras dengan perkembangan kebutuhan industri maupun perkembangan teknologi yang terjadi di masyarakat. Sebagai pusat pembelajaran dan mengembangkan TIK, maka kegiatan yang dilaksanakan oleh ICT Center adalah :
  1. Mempelajari, mengkaji dan mengembangkan kerangka dan substansi TIK;
  2. Mempelajari dan mengkaji perkembangan perangkat TIK;
  3. Mempelajari, mengkaji dan mengembangkan pembelajaran berbasis multimedia;
  4. Mempelajari, mengkaji dan mengembangkan alat peraga TIK.
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia adalah modal yang paling utama dalam pendidikan. Kualitas manusia Indonesia amat bergantung kepada kualitas guru dan instruktur yang ada.
Oleh sebab itu, salah satu fungsi utama dari ICT Center ini adalah sebagai pusat belajar dan melaksanakan pengembangan SDM secara luas, utamanya pemanfaatan TIK dalam pemelajaran.
Beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh ICT Center antara lain : 1. Pusat pembelajaran dan pengembangan Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI); 2. Pusat pembelajaran dan pegembangan bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi; 3. Pusat pembelajaran dan pengembangan serta penyusunan bahan ajar berbasis multimedia; 4. Pusat pembelajaran dan pengembangan perakitan komputer dan jaringan; 5. Pusat pembelajaran dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Pengembangan Konten dan Sistem Informasi Pendidikan
Pesatnya perkembangan TIK juga berdampak pada pemanfaatan TIK dalam seluruh kehidupan. Pada dunia pendidikan, pemanfaatan TIK dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja. Dalam kaitannya dengan Sistem Informasi Pendidikan, ICT Center bekerja sama dengan Dinas Pendidikan juga bertugas untuk:
  1. Pendukung teknis pengelolaan data pokok pendidikan nasional, yaitu data Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN);
  2. Mengembangkan Portal Pendidikan;
  3. Mengembangkan Sistem Informasi Administrasi dan Akademik Sekolah;
  4. Mengembangkan Perpustakaan Digital (Digital Library).
Hubungan antara Jardiknas dan ICT Center
ICT Center sebagai pusat teknologi informasi dan komunikasi pada kabupaten kota merupakan ujung tombak penyebaran koneksi Jejaring pendidikan nasional (Jardiknas) pada kabupaten/kota tersebut.
Oleh sebab itu, ICT Center wajib untuk mengelola konektifitas antar seluruh sekolah yang ada pada kabupaten/kota tersebut dengan jardiknas melalui dinas pendidikan kabupaten/kota dengan menggunakan wide area network (WAN), sehingga seluruh layanan yang dimiliki oleh Jardiknas dapat dinikmati oleh sekolah-sekolah yang ada

Baca Selengkapnya ....

Twitter

MAJALAH DIKBUD

TUKAR LINK

ictcentersmkalor

Admin

Admin
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita || Digital Areas - Original design by Bamz | Copyright of ict center smk alor.