DIWAJIBKAN KEPADA SELURUH SMA/SMK/SMLB UNTUK MENGISI DATA POKOK PENDIDIKAN SECARA LENGKAP DAN BENAR KARENA AKAN DIJADIKAN DASAR PENERBITAN NOMOR PESERTA UN, PENYALURAN BANTUAN SERTIFIKASI GURU, BOS, BSM, BANTUAN SARPRAS DAN BANTUAN LAINNYA,Terima Kasih_SATU NUSA SATU BANGSA SATU BAHASA SATU DATA_Tim ICT Center SMK Alor
Tampilkan postingan dengan label Info Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Pendidikan. Tampilkan semua postingan

DAPODIKMEN Sebagai Acuan Peserta UN Tahun Pelajaran 2014/2015

Posted by ictcentersmkalor Selasa, 07 Oktober 2014 0 komentar
Jakarta, Kemdikbud – Menindaklanjuti rencana penggunaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai acuan untuk sejumlah program Kemdikbud, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng mengeluarkan surat edaran kepada para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kepala SMA, SMK dan SMLB di seluruh Indonesia.  
Dalam surat bernomor 6267/D/PR/2014 tanggal 1 Oktober 2014 itu diinformasikan bahwa periode pengiriman Data Pokok Pendidikan Menengah dari sekolah untuk calon peserta Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015 akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Dengan demikian,  sekolah diharapkan sudah dapat memastikan data sekolah, data PTK khusus Kepala Sekolah, data peserta didik dan data rombongan belajar tersisi dengan lengkap. Selanjutnya data peserta ujian tersebut akan disampaikan ke Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Kemdikbud.
Lebih lanjut diinformasikan bahwa penjaringan data DAPODIKMEN ini dimulai tanggal 1 Oktober 2014 menggunakan aplikasi versi 8.03 dan dapat didownload di http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id.
Jazidie menghimbau dinas Pendidikan Kab./Kota agar segera melakukan distribusi kode registrasi sekolah dan mengajukan kode registrasi bagi sekolah baru atau yang belum mendapatkan kode tersebut ke Ditjen Dikmen, Kemdikbud. Ia menambahkan Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab data di masing-masing sekolahnya menunjuk operator sekolah secara definitif dengan surat tugas atau surat keputusan.
Selanjutnya, untuk meningkatkan layanan Dapodikmen, Ditjen Dikmen menyediakan layanan Helpdesk dan In house training yang dilakukan pada setiap hari kerja. Bagi sekolah yang membutuhkan In house training dapat menghubungi Pusat Layanan Dapodikmen, Gedung D lt.13, Komplek Kemdikbud, Senayan, telp./Faks:021-57955144,atau melalui surel (email): datadikmen@kemdikbud.go.id, serta facebook: helpdeskdapodikmen  (Dennis)


Baca Selengkapnya ....

Penyaluran Tunjangan Guru Dijadwalkan Akhir Maret 2014

Posted by ictcentersmkalor Selasa, 18 Maret 2014 0 komentar
Jakarta, Kemdikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) jadwalkan penyaluran tunjangan guru pada akhir Maret 2014. Ada tiga jenis tunjangan yang akan disalurkan, tunjangan profesi guru non PNS, tunjangan kualifikasi guru yang melanjutkan pendidikan ke S1, dan tunjangan guru daerah 3T.
“Untuk tunjangan guru PNS penyalurannya menggunakan mekanisme transfer daerah. Kami selalu koordinasi dengan kabupaten kota supaya yang di daerah juga bisa diselesaikan,” demikian diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, pada jumpa pers penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2014, Jumat (7/03/2014) di Jakarta.
Mendikbud mengatakan, sejak 2013 lalu mekanisme penyaluran tunjangan guru dibuat sistematis agar pencairan triwulan pertama bisa tepat waktu di bulan Maret. Seluruh data saat ini sedang diverifikasi untuk memastikan guru penerima tunjangan memenuhi persyaratan, termasuk persyaratan minimal 24 jam mengajar.
“Akhir Maret itu pula guru-guru sudah bisa lihat, apakah tunjangannya sudah bisa disalurkan, melalui web kemdikbud,” terangnya.
Untuk urusan hutang piutang tunjangan yang belum tersalurkan di tahun sebelumnya, Mendikbud menjelaskan saat ini sedang diselesaikan oleh BPKP dan inspektorat Kemdikbud. Pemerintah, kata dia, memiliki komitmen untuk menuntaskan hak para guru tersebut.
“Jika hasil audit sudah rampug, maka sesegera mungkin disalurkan hutang piutang itu,” katanya.
Mendikbud mengatakan, pemberian tunjangan bagi guru ini bukan sekadar pemberian hak para guru. Ada konsep segitiga yang saling berhubungan. Para guru, kata Mendikbud, harus ditingkatkan kapasitas dan profesionalitasnya. Konsekuensi kenaikan kapasitas tersebut adalah meningkatnya kinerja guru.
Peningkatan kapasitas guru akan diukur dengan instrumen pengukuran kinerja guru yang saat ini sedang disiapkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan, Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP).
“Dari pengukran kinerja guru ini, akan meningkatkan konsekuensi karir yang berimbas pada kesejahteraan guru. Kita tidak ingin melepaskan guru dengan kapasitas yang kurang,” tandasnya. (Aline Rogeleonick)


Baca Selengkapnya ....

Tidak Lagi Melalui KPPN, Tunjangan Profesi Guru Tahun 2014 Disalurkan Melalui Bank Penyalur

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta, Kemdikbud --- Skema penyaluran tunjangan profesi guru dilakukan melalui dua jalur, yaitu melalui transfer daerah bagi guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD), dan melalui transfer pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) bagi guru non-PNS. Sebelumnya, kedua jalur penyaluran tunjangan profesi guru tersebut dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Tahun 2014 ini, penyaluran akan dilakukan melalui bank penyalur.
Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemdikbud, Achmad Jazzidie mengatakan, setelah dana ditransfer oleh Kementerian Keuangan ke bank penyalur, bank penyalur kemudian mentransfer tunjangan profesi guru langsung ke rekening guru penerima. Perubahan proses penyaluran tunjangan profesi guru ini dilakukan agar bisa menjadi alat kontrol, karena bank penyalur berkewajiban memberikan laporan ke Kemdikbud jika ada kesalahan penyaluran.
“Sebelumnya dari KPPN kalau ada sesuatu, misalnya kekeliruan nomor rekening, kita yang di kementerian nggak tau. Itu yang menyebabkan kadang-kadang kalau ada masalah bisa berlarut-larut,” ujar Jazzidie saat dialog interaktif dengan wartawan di Jakarta, (17/3/2014). Dengan penyaluran melalui bank penyalur, kesalahan penyaluran bisa langsung diketahui dari laporan bank penyalur sehingga bisa langsung ditindaklanjuti.
Jazzidie menjelaskan, besarnya tunjangan profesi guru bagi guru PNSD adalah sebesar satu kali gaji pokok. Sedangkan untuk guru non-PNS, dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu guru non-PNS dan guru PNS Binaan Provinsi. Bagi guru non-PNS yang telah melalui inpassing mendapat tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok, sedangkan yang belum inpassing mendapat tunjangan profesi sebesar Rp1.500.000 (dipotong pajak penghasilan). Guru PNS Binaan Provinsi juga mendapat tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok.
Berdasarkan PP Nomor 74 Tahun 2008, persyaratan yang harus dipenuhi guru untuk mendapatkan tunjangan profesi di antaranya memiliki satu atau lebih Sertifikat Pendidik yang telah diberi satu Nomor Registrasi Guru (NRG) oleh departemen, memenuhi beban kerja sebagai guru, berusia paling tinggi 60 tahun, dan tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi lain selain satuan pendidikan tempat bertugas. (Desliana Maulipaksi)


Baca Selengkapnya ....

Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2013/2014 dan Permen

Posted by ictcentersmkalor Minggu, 08 Desember 2013 0 komentar
Berikut Prosedur Operasi Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2013/2014 dan Permendikbud Nomor 97 Tahun 2013 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional yang bersumber dari Situs Resmi Kemendikbud ( http://www.kemdikbud.go.id ) yang dapat di download pada Link Download Berikut Ini





Baca Selengkapnya ....

PAS SMK 4.1 FINAL (PAS+SI Integrator versi 4.1 FINAL )

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Kepada Bapak/Ibu Operator PAS SMK kami Informasikan bahwa sudah tersedia PAS SMK 4.1 FINAL (PAS+SI Integrator versi 4.1 FINAL ) yang dapat di download pada link berikut ini : http://sourceforge.net/projects/pasdikmen/files/Final%20Version/SMK/ 


Terima Kasih
ICT CENTER SMK ALOR

Baca Selengkapnya ....

Mainkan Sasando Sampai ke Italia, Djitron Pah Kenalkan Budaya Indonesia

Posted by ictcentersmkalor Selasa, 03 Desember 2013 0 komentar
Jakarta --- Siapa bilang alat musik tradisional ketinggalan zaman? Djitron Pah, putera ke empat dari seorang seniman senior Indonesia maestro Sasando Jeremias Ougust Pah (70), mencintai Sasando dan terobsesi mengenalkannya kepada penduduk dunia. Cita-citanya mulai tercapai saat dirinya dipanggil untuk tampil dalam sebuah pentas musik di Italia, September 2012 lalu.
“Ini alat musik asli dan budaya asli Indonesia, dunia harus tahu,” kata Djitron usai tampil dalam acara Anugerah Peduli Pendidikan (APP) yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, di Gedung D Kemdikbud Jakarta, Jumat (29/11).
Djitron bersama Sasando buatan tangannya sendiri dalam kesempatan tersebut memainkan dua buah lagu dengan sangat apik. Tak heran, Djitron dan sembilan saudaranya telah belajar memainkan dan membuat sendiri alat musik petik tersebut sejak kelas tiga SD.
“Dari kelas 3 SD bikin Sasando, kelas 5 mulai memainkannya. Dan kelas 5 juga main pertama kali di Jakarta,” tuturnya.
Latar belakang keluarga yang mewajibkan anak-anaknya untuk pandai bermain Sasando juga menjadi pecut bagi Djitron hingga pandai bermain Sasando. Bahkan, di tempat tinggalnya di NTT keluarganya mendirikan sanggar Sasando bagi masyarakat sekitar.
Diakuinya, memainkan Sasando bukan perkara mudah. Dibutuhkan ketekunan dan kemauan yang luar biasa untuk bisa memainkan alat musik tersebut. Setelah belajar di sekolah dan di rumah, akhirnya Djitron bisa menguasai ratusan lagu dengan memainkan Sasando, hingga musik jazz sekalipun.
Sejak 2010 Djitron hijrah ke Jakarta untuk mendekati sumber publikasi bagi alat musik kesayangannya tersebut. Seperti saudaranya, Berto Pah, yang telah lebih dahulu mengenalkan Sasando dalam sebuah ajang pencarian bakat di salah satu stasiun televisi swasta, Djitron pun melakukan hal yang sama. Dan Ia pun berhasil menembus final dalam ajang tersebut.
Sehari-hari Djitron mengasah ilmu bermusiknya di Institut Musik Daya Indonesia. Lepas sekolah, Ia menjadi guru pribadi anak-anak yang ingin belajar Sasando.
Terus berjuang, Djitron! Demi Sasando dan kejayaan budaya Indonesia. (AR)


Baca Selengkapnya ....

Pusat-Daerah Sepakati Implementasi Kurikulum 2013 dan UN Tahun Depan

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menyepakati implementasi Kurikulum 2013 dan Ujian Nasional pada tahun depan.
Kesepakatan ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemdikbud Ainun Na'im dan perwakilan dari sembilan kepala dinas kabupaten/kota di Indonesia pada penutupan Rapat Koordinasi Implementasi Kurikulum 2013, Ujian Sekolah/Madrasah, dan Ujian Nasional Tahun 2014 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (3/12/2013).
Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Dadang Sudiyarto menyampaikan, kedua pihak sepakat melaksanakan ujian sekolah/madrasah (us/m) Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan sejumlah ketentuan. Pertama, kata dia, Kemdikbud menyiapkan kisi-kisi dan soal kendali. Kedua, pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota menyiapkan materi, penggandaan, dan pendistribusian bahan us/m. "Ketiga, pemerintah kabupaten/kota berkoordinasi dengan pemerintah provinsi melakukan pengawasan, pengumpulan jawaban, dan pengolahannya," katanya.
Dadang mengatakan, terkait pelaksanaan Ujian Nasional SMP/MTS, SMA/SMK/MA/MAK, Kemdikbud menyiapkan anggaran pelaksanaan, pemerintah provinsi menjadi ketua/anggota pelaksana UN SMP/MTS, SMA/SMK/MA/MAK dan sederajat untuk penggandaan dan pendistribusian bahan UN di Region masing-masing. "Pemerintah provinsi membentuk panitia pelaksana UN tingkat provinsi dan pemerintah kabupaten/kota membentuk panitia pelaksana UN tingkat kabupaten/kota," katanya.
Kesepakatan berikutnya, pemerintah kabupaten/kota berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk pendistribusian bahan UN.
Adapun terkait implementasi Kurikulum 2013 pada tahun 2014, Dadang mengatakan, Kemdikbud menyiapkan anggaran untuk penyiapan naskah buku, penggandaan, dan distribusi buku semester satu melalui dana BOS. Selain itu, memberikan pelatihan instruktur nasional dan sebagian guru sasaran, serta penyiapan materi dan bimbingan teknis pendampingan dan monitoring dan evaluasi.
Sementara, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota bersama-sama menyiapkan dukungan anggaran untuk penggandaan dan distribusi buku semester dua sampai ke sekolah. Dukungan anggaran ini ditujukan untuk kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI. "Penyiapan anggaran ini berlaku bagi pemerintah kabupaten/kota yang tidak mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan," kata Dadang.
Kesepakatan lainnya adalah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota bersama-sama menyiapkan dukungan anggaran pelatihan guru sasaran kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI. Berikutnya, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota bersama-sama menyiapkan dukungan anggaran untuk pelaksanaan pendampingan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 di tingkat sekolah.
"Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menindaklanjuti implikasi penerapan Kurikulum 2013, antara lain tentang muatan lokal, kepramukaan, dan peminatan," ujar Dadang. (ASW).


Baca Selengkapnya ....

Seputar NPSN DAPODIKMEN 2013 dan PAS DAPODIKMEN 2013

Posted by ictcentersmkalor Jumat, 01 November 2013 0 komentar

Setelah Menulis Seputar PIN DAPODIKMEN dan Mengapa Singkronisasi data PTK di DAPODIKMEN kok berbeda?, maka pertanyaan seputar NPSN bisa operator baca ditulisan berikut ini, Saat artikel ini di tulis bebarapa hal penting yang harus diketahui berkaitan dengan NPSN (Nomor Pokok  Sekolah Nasional) saat Singkronisasi DAPODIKMEN 2013. NPSN dijadikan syarat wajib yang harus di isi oleh operator di menu identitas Sekolah. Pertanyaan yang sering muncul adalah Saya sudah singkronisasi dan sudah memiliki NPSN tapi masih juga muncul NPSN belum terdaftar?, Sekolah saya baru bagaimana cara agar sekolah saya bisa singkronisasi ke server DAPODIKMEN?, NPSN Sekolah saya saat Singkronisasi di awal pendataan mendapatkan NPSN Sementara, dan sekarang saya sudah mendapatkan NPSN dari PDSP, apa yang harus saya lakukan ?. Sekolah saya adalah SLB satu atap, langkah apa yang harus saya lakukan untuk sekolah dengan NPSN satu atap,  karena saat ini NPSN saya tiap jenjang ada sendiri sendiri (SD, SMP, dan SMA ) bagaimana agar NPSN saya hanya 1 NPSN namun bisa digunakan untuk SD, SMP dan SMA ?. Berikut jawabannnya 
 1. Saya sudah singkronisasi dan sudah memiliki NPSN tapi masih juga muncul NPSN belum terdaftar?
Jawaban : Jika Operator sudah memiliki NPSN di PDSP, maka coba sekali lagi cek status NPSN yang di miliki sekolah di data referensi PDSP dengan mengakses  link berikut :
http://refsp.data.kemdikbud.go.id/ref_data/tabs.php?npsn=........... (ganti titik titik dengan NPSN SEkolah anda) Jika sudah ada, maka coba lakukan cek referensi NPSN di DAPODIKMEN dengan cara akses web berikut :
http://203.171.221.242/dapodikmen2013/referensi.php dan klik NPSN, lalu cari Jenjang, Provinsi dan Kabupaten. Apakah NPSN sekolah anda belum ada di situ. kalau belum ada berarti mohon kepada tim support NPSN dapodikmen untuk bisa di aktifkan. kirim permohonan mengaktifkan di server DAPDOIKMEN ke Bapak Budi Permana di email budipermana@hotmail..com atau Bapak Nur Jolis di email nurjolis@yahoo.com . Tunggu sampai NPSN aktif dan kalau sudah aktif maka operator sekolah bisa memulai untuk Singkronisasi data Sekolah.
 2. Sekolah saya baru bagaimana cara agar sekolah saya bisa singkronisasi ke server DAPODIKMEN?
Jawaban : Jika Sekolah baru, maka Sekolah yang bersangkutan harus mengurus dulu ke PDSP melalui dinas kabupaten/kota untuk mendapatkan NPSN, Selanjutnya lakukan langkah jawaban Nomor 1
3. NPSN Sekolah saya saat Singkronisasi di awal pendataan mendapatkan NPSN Sementara, dan sekarang saya sudah mendapatkan NPSN dari PDSP, apa yang harus saya lakukan ?.
Jawaban : Bila di awal mendapatkan NPSN Sementara untuk singkronisasi, maka mohon kepada tim support NPSN pada Nomor 1 untuk NPSN Sementara di nonaktifkan (dihapus) dan meminta NPSN baru untuk di aktifkan.. dengan cara mengirim email  dan memberikan LINK NPSN yang baru agar tim support bisa lebih mudah untuk melakukan cek di server.
Sekolah saya adalah SLB satu atap, langkah apa yang harus saya lakukan untuk sekolah dengan NPSN satu atap,  karena saat ini NPSN saya tiap jenjang ada sendiri sendiri (SD, SMP, dan SMA ) bagaimana agar NPSN saya hanya 1 NPSN namun bisa digunakan untuk SD, SMP dan SMA ? 
Kebijakan baru Pendataan untuk NPSN SLB adalah bagi SLB 1 atap (ada SDLB, SMPLB, SMLB) dengan 1 Kepala Sekolah, maka Sekolah yang bersangkutan untuk mengajukan hanya 1 NPSN yang bisa digunakan. Kalau masih ada 3 NPSN, maka sekolah bia memilih salah satu saja. untuk Support NPSN di PDSP bisa di akses di http://refsp.data.kemdikbud.go.id/ref_data/
Kalau ada SLB yang masih menggunaakan NPSN SEmentara untuk bisa segera melakukan langkah pada Nomor 3. dan Jika NPSN saya di referensi NPSN DAPODIKMEN ada 2 maka mohon kepada TIM support NPSN pada nomor 1 tadi untuk bisa menghapus salah satu. Demikian Informasi seputar NPSN, semoga bermanfaat.


Sedangkan Buat semua teman - teman operator PAS yang sampai dengan saat belum memiliki Aplikas PAS dari Dapodikmen berikut kami sampaikan link Download Aplikasi Beserta Panduannya yang bersumber dari Dapodikmen

Silahkan Klik di SINI





Baca Selengkapnya ....

Hebat..!! Film Animasi 3D Karya Anak SMK Diputar di 34 Bioskop di Indonesia

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta—Mulai hari ini para pengunjung bioskop akan mendapatkan tontonan yang berbeda dari biasanya. Mereka akan disuguhi sebuah maha karya film animasi tiga dimensi atau 3D, yang berkisah tentang petualangan seorang anak. Lalu apa istimewanya?
Film ini bukan film Hollywood garapan orang barat, yang selama ini sering menghiasi layar lebar tanah air, tetapi 100 persen karya anak bangsa. Film berjudul Petualangan Si Adi ini berdurasi 90 menit. Lebih istimewa lagi, film ini dibesut oleh para pelajar SMK. Wow..hebatt..!!
Film bergenre action komedi ini menceritakan tentang petualangan seorang anak SMK mencari pusaka-pusaka di nusantara. Ditemani oleh robotnya yang canggih B10 mereka menumpas kejahatan, yang ditebarkan oleh Raja Kegelapan Kokar. Film ini diproduksi oleh Batavia Pictures bekerja sama dengan Castle Production.
Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kemdikbud Anang Tjahjono mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendukung penuh penayangan film ini mulai proses pengembangan sampai eksekusi akhir. Lebih dari itu, kata dia, dukungan yang diberikan dimulai dari memberikan bantuan komputer ke sekolah sampai kepada bimbingan yang diberikan oleh guru. “Prosesnya beberapa tahun, mulai dari film serial sampai menjadi film besar,” katanya di Kemdikbud, Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Anang mengatakan, pihaknya mendorong para pelajar SMK untuk terus berkarya menghasilkan produk bermutu. Dengan terus mengasah kemampuannya, kata dia, para siswa akan semakin pandai dan dapat bekerja sama dengan industri. “Kalau bisa produknya tidak hanya untuk konsumsi praktikum, tapi bisa dinikmati (masyarakat),” ujarnya.
Sekolah yang terlibat dalam pembuatan film ini adalah SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, SMKN 5 Yogyakarta, SMKN 2 Wonosobo, SMKN 2 Jepara, SMKN 9 Surakarta, SMKN Tunas Harapan Pati, SMKN 11 Surabaya, SMKN 4 Malang, SMKN Bina Informatika Tangerang, dan SMK Pelita YNH Sukabumi.
Anang menambahkan, setelah membuat film ini para pelajar SMK tentunya mempunyai pengalaman lebih banyak. Hal ini , kata dia, bisa dijadikan sebagai modal untuk bekerja di industri animasi atau bahkan berwirausaha sendiri. “Jadi siswanya membuat industri perusahaan animasi dengan bimbingan guru-gurunya. Targetnya anak jadi wirausaha,” katanya.
Jadi tunggu apalagi segera sambangi bioskop XXI dan 21 di kota anda, serta terus dukung kreasi anak bangsa. Kota-kota yang hari ini sudah mulai menayangkan adalah di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Batam, Pekanbaru, dan Banjarmasin. Akan tayang juga di Kota Bogor, Semarang, Solo, Malang, Binjai, Palembang, Samarinda, dan Makassar. (ASW).


Baca Selengkapnya ....

Kemdikbud Kembali Selenggarakan Apresiasi Film Indonesia

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta --- Untuk kedua kalinya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan Apresiasi Film Indonesia (AFI). Apresiasi Film Indonesia tahun 2013 ini tidak hanya mengapresiasi film sebagai karya, namun juga memberikan penghargaan khusus kepada elemen-elemen yang sudah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia perfilman nasional. AFI 2013 pun mengusung 18 kategori yang keseluruhannya bermuatan nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa.
Ke-18 kategori tersebut dibagi menjadi tiga jenis, yaitu kategori utama, kategori monumental, dan kategori khusus. Kategori utama yaitu Apresiasi Film Bioskop, Apresiasi Film Independen (film panjang non bioskop), Apresiasi Film Dokumenter, Apresiasi Film Animasi, Apresiasi Film Pendek, Apresiasi Film Anak, dan Apresiasi Film Pilihan Pemirsa (melalui jejak pendapat). Kategori monumental terdiri dari Apresiasi Film Adi-Karya dan Apresiasi Film Adi-Insani. Sedangkan kategori khusus yaitu Apresiasi Sutradara Perdana, Apresiasi Festival Film, Apresiasi Poster Film, Apresiasi Komunitas, Apresiasi Media Cetak, Apresiasi Media Non Cetak, Apresiasi Film Independen Kategori Pelajar, Apresiasi Film Independen Kategori Mahasiswa, dan Apresiasi Lembaga Pendidikan.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kacung Maridjan mengatakan, film merupakan bagian dari kebudayaan. Agar industri film dapat berkembang di suatu negara, salah satu syarat pendukungnya adalah banyak orang yang mencintai film dan mengapresiasi film. "Kemdikbud memiliki misi agar anak didik kita juga memiliki apresiasi kepada film," ujar Kacung dalam jumpa pers tentang AFI 2013, di Graha Utama Kemdikbud, Jakarta, (17/10).
Penilaian terhadap film-film yang akan dinilai dalam AFI 2013 dilakukan oleh Dewan Juri yang diketuai Totot Indrarto. Anggota Dewan Juri tersebut di antaranya Matias Muchus, Jajang C Noer, Erwin Arnada, dan Nirwan Dewanto.
Kacung mengatakan, Kemdikbud tidak akan melakukan intervensi terhadap proses penilaian yang dilakukan Dewan Juri karena itu merupakan hak prerogratif Dewan Juri. "Sepenuhnya saya serahkan ke Dewan Juri," tegasnya.
Ia menambahkan, industri film di dunia tidak lepas dari karakter budaya masing-masing negara. Karena itu Kemdikbud mendukung film-film yang menunjukkan karakter Indonesia, salah satunya dengan memberikan apresiasi.
Selain itu sebagai bukti keseriusan Kemdikbud dalam memberikan perhatian terhadap dunia perfilman, Kacung mengatakan mulai tahun depan Kemdikbud akan merintis laboratorium seni budaya di sekolah-sekolah. "Wujudnya mini theatre. Insyaallah tahun depan kita rintis lebih dari 30 sekolah kita rintis," jelasnya. SDM perfilman, tutur Kacung, bisa ditumbuhkan sejak anak-anak berada di bangku sekolah. Dengan adanya fasilitas yang didukung teknologi yang bagus, serta apresiasi yang baik mulai di tingkat sekolah, diharapkan industri film akan lebih maju di masa mendatang.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2013, dapat dilihat di website www.afi2013.org , facebook AFI 2013, dan twitter @ApresiasiFilmID , atau dengan mengirim surat elektronik (email) ke alamat: sekretariat@afi2013.org. (DM)


Baca Selengkapnya ....

Membaca Karya Sastra Suatu Bangsa Berarti Paham Budaya Bangsa itu

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta--”Salah satu cara yang dilakukan untuk saling memahami antar dunia batin suatu bangsa adalah dengan membaca karya-karya sastra yang dihasilkan oleh negara bersangkutan. Cara ini menghasilkan, antara lain, pemahaman atas dunia budaya dari karya yang dibaca.” Demikian dikatakan Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Kebudayaan Kemdikbud dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara Seminar Antarbangsa Kesusasteraan Asia Tenggara, pada  24-25 Oktober 2013 dan Sidang Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera), pada 26—27  Oktober 2013 di  Jakarta.(24/10)                                                                                            
Sehubungan dengan itu, lanjutnya, untuk mencapai pemahaman lintas budaya yang kuat sekaligus perwujudan keharmonisan di antara bangsa serumpun,  mempunyai arti yang sangat penting. Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura sudah bekerja sama dalam mengembangkan kesusastraan di negeri serumpun. Kerja sama tersebut telah menumbuhkan pemahaman yang sama terhadap perkembangan dan pertumbuhan kesusastraan di negera masing-masing imbuhnya.
Dengan demikian, pemahaman lintas budaya yang terjadi pun akan semakin kuat sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan keharmonisan di antara bangsa serumpun,  khususnya bangsa-bangsa yang berada di kawasan Asia Tenggara. Jelas Wamendikbud.
Selanjutnya Wiendu mengatakan, “Dalam kerangka kerja sama serumpun, Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) tidak hanya berperan dalam upaya pencerdasan bangsa, tetapi juga menjadi simpul pokok dalam mengikat persatuan bangsa serumpun: Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura. Bagaimana pun ketahanan bangsa serumpun ini dapat diikat dengan keserumpunan sastra Indonesia/Melayu yang tentunya mempunyai nilai adiluhung dalam kehidupan ini. “ 
Hanya dengan cara itu, sastra Indonesia/Melayu akan tetap menjadi ciri bangsa Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura. Menggalang ciri keserumpunan tanpa harus saling mendahului atau meninggalkan, apalagi mencurangi atau mengkhianati pasti akan membuahkan hasil yang gemilang dan menyerlah jati diri kita.
Sebagai penutup sambutannya, Wiendu berharap “melalui seminar dan persidangan yang diselenggarakan ini, Mastera selalu dapat memaksimalkan peran dan fungsi sastra di empat negara anggota menjadi sastra yang senantiasa menjadi sarana dalam pengembangan akal budi dan karakter bangsa dalam membawa bangsa serumpun setara dengan bangsa-bangsa maju dalam era globalisasi.”
Peserta yang hadir pada acara  Seminar Antar Bangsa Kesusasteraan Asia Tenggara tersebut di hadiri 200 orang peserta terdiri dari kalangan dosen, guru, mahasiswa, peneliti, satrawan, pengamat sastra dan peminat sastra baik dari dalam negeri maupun luar negeri, para pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dayang Hajah Aminah binti Haji Momin, Ketua Delegasi Brunei Darussalam beserta anggota delegasi Brunei Darussalam, Datuk  Awang bin Sariyan, Ketua Delegasi Malaysia beserta anggota delegasi Malaysia, Hadijah Rahmat, Ketua Delegasi Singapura beserta anggota delegasi Singapura, juga turut hadir sebagai peserta seminar.(EH)


Baca Selengkapnya ....

Kemdikbud Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85, hari ini, Senin (28/10). Upacara sejak pukul 08.00 WIB berlangsung khidmat dan tertib. Para pegawai terdiri dari pejabat  dan staf sejak pukul 07.30  WIB sudah berkumpul dan siap mengikuti upacara. Bertindak sebagai pembina upacara, Inspektur  Jenderal, Haryono Umar. Sebelum pembacaan sambutan Haryono memnita semua peserta mengiktuti upacara dengan tertib dan sempurna.
Dalam sambutannya, Haryono membacakan naskah pidato Menteri Pemuda dan Olahraga. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85 tahun ini mengangkat tema “Dengan Sumpah Pemuda, Kita Wujudkan Pemuda Yang Santun, Cerdas, Inspiratif, dan Berprestasi”.
Tema tersebut membawa pesan bahwa kita semua, dan pemuda Indonesia  khususnya, perlu meyakinkan dunia bahwa kita adalah generasi pemuda yang tetap memelihara kesantunan di tengah-tengah perubahan nilai moral dan sosial yang melanda dunia. Tema sumpah pemuda kali ini juga dimaksudkan sebagai gerakan moral, sosial, politik, dan budaya agar pemuda memiliki kemampuan dan kinerja yang handal dalam bekerja sama dengan pemuda ASEAN untuk membawa nama baik Indonesia. Kesantunan, kecerdasan, inspiratif, dan berprestasi serta di dukung ilmu pengetahuan yang baik, berdisiplin tinggi tanpa mengenal lelah.
Semangat dan jiwa sumpah pemuda harus menjadi inspirasi untuk membangun kolektif bangsa guna meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda dengan tetap menjaga eksistensi pemuda dalam percaturan global.
Hadir dalam upacara tersebut, pejabat eselon 1 hingga 4 di lingkungan Kemdikbud dan pegawai yang bertugas untuk menjadi peserta upacara. Dalam rangkaian upacara, kelompok paduan suara Kemdikbud tidak mau ketinggalan membawakan beberapa lagu perjuangan. (JS)


Baca Selengkapnya ....

Kemdikbud Pelopor Pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjadi pelopor pembentukan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) di lingkungan kementerian/lembaga di Indonesia. Salah satu tugas utama pejabat ini adalah menyediakan,memberi, dan dan/atau menerbitkan informasi publik, selain informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
 
Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi Media Sukemi mengatakan, Undang-Undang  No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menyebutkan, setiap badan publik harus mempunyai PPID. Di Kemdikbud, kata dia, PPID secara ex officio dijabat oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH). 
 
"Kita pelopori terbentuknya PPID, melekat di PIH dan kita juga yang mendahului bahwa PPID itu minimal harus eselon II,," katanya  pada Workshop Pengelolaan Informasi Publik di Lingkungan UPT Kemdikbud, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (26/10/2013).
 
Workshop yang diselenggarakan oleh PIH Kemdikbud ini mengambil tema "Meningkatkan Pengelolaan Layanan Informasi Publik di Lingkungan UPT Kemdikbud".
 
Sukemi menyampaikan, fungsi PPID ditempatkan di posisi yang lebih terhormat karena fungsinya melakukan koordinasi dengan daerah termasuk UPT (Unit Pelaksana Teknis). "Sejak tahun 2010 Kemdikbud salah satu kementerian yang paling awal membentuk PPID sebelum kementerian lain," katanya.
 
PPID, lanjut Sukemi, juga berkewajiban menyediakan informasi  yang akurat benar dan tidak menyesatkan. Oleh karena itu, kata dia, salah satu perangkat yang dibutuhkan sebagai pengelola informasi publik adalah fungsi dokumentasi. Pengelola arsip di Kemdikbud, kata dia, saat ini berada di bawah PIH, yang sebelumnya di bawah Biro Umum. "Arsiparis menjadi penting karena pendokumentasian ini ada kaitan dengan PPID," katanya. . 
 
"Saya berharap agar kegiatan ini terus disosialisasikan karena UPT adalah ujung tombak di daerah," kata peserta workshop, Kepala Bagian Tata Usaha Museum Nasional, Sri Suharni. (ASW)
 

Baca Selengkapnya ....

Indonesia Super Power Kebudayaan

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta--Indonesia pada 24-27 November nanti akan menjadi sorotan dunia setelah dipercaya menjadi tuan rumah even dunia World Culture Forum (WCF). UNESCO memandang Indonesia tepat dijadikan sebagai tuan rumah karena dianggap  memiliki diversifikasi entik, kebhinekaan, sumber daya budaya, nilai, agama, adat istiadat, dan tradisi.
 
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti menyampaikan, Indonesia menjadi pemrakarsa utama pada ajang yang baru pertama kali digelar di dunia ini. Forum ini, kata dia, untuk mencari celah dan strategi dalam mensiasati dan memanfaatkan pembangunan dunia dari sisi kebudayaan. "Indonesia adalah negara super power bicara soal kebudayaan. Kita pantas lahirkan prakarsa ini dan menjadi tuan rumah secara permanen," katanya pada acara taklshow di TV One, Selasa (29/10/2013) siang.
 
Wiendu mengatakan, sejumlah agenda penting dan strategis dalam membangun kebudayaan dunia akan dibahas. Dua orang keynote speaker juga sudah memastikan kehadirannya, yakni peraih Nobel Ekonomi tahun 1998 Amartya Sen dan jurnalis CNN Fareed Zakaria. "Direncanakan juga kehadiran tamu presiden di bidang kebudayaan seperti Yunani, India, dan Spanyol," katanya.
 
Pada ajang yang akan digelar di Bali ini, sudah konfirmasi kehadiran 12 menteri-menteri kebudayaan dari bermacam dunia dan 64 pembicara dari 30an negara. "Sudah 90 persen pembicara yang konfirm dari berbagai negara," katanya.
 
Ketua Dewan Pengarah WCF Azyumardi Azra mengatakan, Indonesia memiliki komitmen pada keragaman budaya baik dipandang ke dalam maupun ke luar negeri. Menurut dia, tidak banyak di negara di dunia ini yang menjadikan keragaman sebagai satu modal atau aset dasar. "Oleh karena itu, dengan WCF ini Indonesia menampilkan diri sebagai showcase unik yang dapat disumbangkan kepada masyarakat dunia," katanya.
 
Wiendu menambahkan, kegiatan WCF akan dirangkai berbagai acara seperti karnaval kebudayaan, festival film kebudayaan dari 11 negara, dan festival musik entik dunia. "Terbuka untuk umum dan gratis," katanya.(ASW).

Baca Selengkapnya ....

Bangsa Indonesia Dibangun dengan Fondasi Bahasa

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta--Terbentuknya suatu negara dapat dibangun dengan berbagai macam fondasi. Ada negara yang dibangun dengan kesamaan agama seperti Iran. Selain itu, ada juga yang menggunakan atas dasar kesamaan ras seperti Afrika. Sementara, bangsa Indonesia dibangun dengan fondasi bahasa. Bagaimana awal mulanya?
 
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud Mahsun mengatakan, ada banyak benang pengikat yang bisa dijadikan untuk membentuk suatu negara atau bangsa seperti ras dan agama. Dia mengungkapkan, pada Kongres Bahasa Indonesia I di Kota Solo, Jawa Tengah tahun 1938 silam, telah dikukuhkan bahasa Indonesia tidak hanya sebagai alat komunikasi saja, tetapi jati diri bangsa Indonesia. 
 
"Bahasa merupakan ciri yang secara jelas mampu membedakan satu kelompok dengan kelompok lain," katanya pada sidang pleno Kongres Bahasa Indonesia (KBI) X, Senin (28/10/2013) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. 
 
KBI X diselenggarakan mulai 28-31 Oktober 2013 diikuti dengan tema Penguatan Bahasa Indonesia di Dunia Internasional . Peserta sebanyak 1.168 orang terdiri atas pakar, praktisi, pemerhati, dosen, guru, mahasiswa, serta pencinta bahasa dan sastra, baik dari dalam maupun luar negeri. 
 
Hadir pada kongres Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei Darussalam, perwakilan Singapura, Timor Leste, Jepang, Rusia, Jerman, Belgia, Australia, dan Pakistan. 
 
Mahsun mengemukakan, awal mulanya bahasa yang dipilih adalah bahasa Melayu. Dia mengatakan, saat itu bahasa Melayu adalah bahasa minoritas dengan jumlah penutur hanya sebanyak 15 ribu orang. Jumlah ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan penutur bahasa Jawa yang mencapai 41 juta orang. "Pemilihan bahasa Melayu ini tentu memiliki alasan yang sangat kuat," katanya.
 
Mahsun melanjutkan, bahasa Melayu memiliki sebaran geografis di seluruh nusantara seperti di Jawa, Bali, NTT,Maluku, dan Papua. Penyebaran bahasa Melayu ini, kata dia, dipengaruhi oleh penyebaran agama Islam yang masuk ke Nusantara. "Itu sebabnya kita temukan kantong bahasa Melayu di seluruh nusantara," katanya.
 
Namun, lanjut Mahsun, meskipun berangkat dari substansi yang sama, bahasa Melayu yang diangkat menjadi bahasa Indonesia ini berbeda dengan bahasa Melayu yang digunakan di Malaysia dan Brunei sebagai bahasa nasional. "Menteri bahasa menghilangi bahasa Melayu dan melahirkan bahasa Indonesia," katanya. (ASW).
 

Baca Selengkapnya ....

Jusuf Kalla Akan Hadir sebagai Pembicara Kunci dalam Konvensi UN

Posted by ictcentersmkalor Kamis, 26 September 2013 0 komentar
Jakarta --- Konvensi Ujian Nasional (UN) yang akan berlangsung pada 26-27 September 2013 akan menghadirkan mantan wakil presiden Jusuf Kalla sebagai salah satu keynote speaker atau pembicara kunci. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, ia sudah melakukan komunikasi dengan Jusuf Kalla yang menyatakan kesediaannya untuk hadir sebagai pembicara kunci. Pembicara kunci lainnya dalam Konvensi UN adalah pakar psikometrik, Yahya Umar, dan perwakilan Komisi X DPR RI.
“Model (Konvensi UN)nya adalah model pleno. Sehabis itu dibawa ke komisi-komisi malam harinya. Kemudian dilanjutkan Jumat pagi untuk dirumuskan semuanya,” jelas Mendikbud M. Nuh saat jumpa pers mengenai Konvensi UN di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, (25/9). Mendikbud memaparkan, ada beberapa komisi yang selanjutnya akan membahas hal yang lebih rinci mengenai UN, misalnya komisi membahas tentang soal UN dan komisi yang membahas tentang teknis pelaksanaannya.
Sekali lagi Mendikbud menegaskan, UN akan tetap dilaksanakan, dan Konvensi UN diselenggarakan untuk membahas hal-hal yang akan diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya dalam penyelenggaraan UN. Ia menuturkan, setidaknya ada empat hal yang menjadi fokus dalam perbaikan penyelenggaraan UN. Pertama, kualitas soal. “Masih ada ruang untuk kita lakukan perbaikan. Soal yang kita buat bisa dibandingkan dengan soal-soal di negara lain yang sama dengan jenjangnya,” jelas Mendikbud.
Kedua, aspek pelaksanaan teknis di daerah. Salah satunya tentang usulan yang muncul di Prakonvensi UN supaya pencetakan naskah soal UN dilakukan oleh percetakan di daerah untuk memudahkan distribusi soal. Ketiga, menumbuhkan kesadaran belajar pada anak-anak. Sehingga anak-anak tidak merasa terpaksa belajar dalam menghadapi UN. “Jadi kesadaran ini yang kita dorong,” ujar Mendikbud.
 Aspek keempat adalah mengenai hasil atau output dari UN yang belum dimaksimalkan. Mendikbud menjelaskan, hasil UN di SD belum bisa dijadikan syarat masuk SMP atau SMA/SMK karena peserta didik masih harus mengikuti tes masuk di jenjang tersebut. Namun khusus untuk tingkat SMA/SMK ke perguruan tinggi, Kemdikbud telah merintis bahwa hasil UN dijadikan sebagai salah satu syarat masuk perguruan tinggi.
“Nanti di pengantar saya, disampaikan beberapa tantangan yang masih harus ada perbaikan-perbaikan. Ada ruang yang masih bisa kita tingkatkan,” tutur Menteri Nuh optimis. Ia berujar, masalah di dunia pendidikan tidak akan ada habisnya, terutama yang menyangkut tentang proses. Karena itu Kemdikbud terus berusaha menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, serta akses informasi yang lengkap, termasuk mengambil langkah konkrit untuk mengatasi dampak psikologis dan mental peserta UN. (DM)

Baca Selengkapnya ....

Lulus UN 100 Persen Bukan Idaman, Indeks Kompetensi Pendidikan Dikembangkan

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Medan—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengembangkan indeks kompetensi pendidikan untuk tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, sampai dengan sekolah. Indeks kompetensi ini merupakan analisis terhadap kapasitas sekolah.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud Hamid Muhammad mengatakan, analisis yang dilakukan sampai pada level mata pelajaran dan bahkan sampai pada tiap individu peserta didik. “Termasuk item per mata pelajaran apa yang terlemah,” katanya pada Prakonvensi Ujian Nasional (UN) di Hotel Grand Swiss-bel, Medan, Sumatera Utara, Minggu (22/09/2013).
Hamid menyebutkan, rata-rata indeks kompetensi tingkat nasional adalah 60,58 pada skala 0-100. Indeks tertinggi, kata dia, diraih oleh Provinsi Jawa Timur 69,77, sedangkan terendah adalah Provinsi Maluku Utara 46,28. “Tidak ada yang di atas 70. Artinya, pendidikan (nasional) masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Hamid memberikan contoh analisis untuk Provinsi Sumatera Utara. Indeks kompetensi sekolah pada program IPS SMA 66,80. Jika dilakukan analisis pada tingkat kabupaten diperoleh indeks tertinggi diraih oleh Kabupaten Tapanuli Utara 82, sedangkan terendah adalah Kabupaten Nias 42. “Jadi ini dibedah sebagai gambaran. Dengan UN kita bisa memetakan seperti apa kondisi pendidikan di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota,” katanya.
Kementerian, lanjut Hamid, tidak lagi melihat prosentasi kelulusan sebagai kinerja sekolah atau kabupaten. Akan tetapi, yang dilihat adalah indeks reliabilitas sekolah dalam menjawab soal-soal UN. “Lulus 100 persen bukan idaman, tetapi reliabilitas itu yang dijadikan pegangan,” katanya.
Dengan analisis ini, dapat diketahui sekolah mana yang mempunyai nilai tinggi dan mempunyai nilai rendah. Setelah diketahui maka dapat dilakukan intervensi kebijakan terhadap sekolah-sekolah tersebut termasuk bagi guru dan siswa. “Kita kupas satu persatu apa manfaat UN. Mau tidak mau UN harus dilaksanakan secara valid dan reliabe. Kalau tidak kita tidak bisa mengukur bagaimana capaian pendidikan di Indonesia. (ASW)


Baca Selengkapnya ....

Kemdikbud Siap Laksanakan Rekomendasi BPK

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan melaksanakan rekomendasi hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, tentang penyelenggaraan Ujian Nasional tingkat pendidikan dasar dan pendidikan menengah tahun 2012 dan 2013. Hasil pemeriksaan tersebut telah disampaikan kepada publik pada Kamis (19/9) malam, di Gedung BPK RI.

Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Ainun Na’im, mengatakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, sedianya hadir dan bersama tim BPK menyampaikan hasil investigasi tersebut ke publik. Namun, di saat yang bersamaan, Mendikbud menyertai kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Aceh, sehingga tidak dapat hadir.

Ainun mengatakan, dari hasil pemeriksaan BPK ada indikasi dan potensi kerugian negara dari penyelenggaraan UN. Indikasi kerugian negara yaitu kondisi atau kejadian yang diduga mengakibatkan atau mengandung unsur kerugian negara. “Sedangkan potensi kerugian negara yaitu kondisi atau kejadian yang apabila tidak dilakukan langkah-langkah pengendalian lanjutan dapat mengakibatkan terjadinya kerugian Negara,” katanya di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (20/09/2013).

Atas indikasi tersebut, BPK RI telah merekomendasikan kepada Kemdikbud hal-hal sebagai berikut: (1) Penyetoran ke Kas Negara sebanyak 8 Rekomendasi; (2) Penyampaian Bukti Pertanggung jawaban sebanyak 8 Rekomendasi; (3) Pengenaan sanksi disiplin PNS sebanyak 12 rekomendasi; (3) Pemeriksaan lanjutan Inspektorat Jenderal sebanyak 16 rekomendasi; (4) Perbaikan perencanaan dan koordinasi sebanyak 10 rekomendasi. “ Untuk rekomendasi lainnya perbaikan SOP, pengkajian, sosialisasi, dll sebanyak 14 temuan,” katanya.

Untuk rekomendasi-rekomendasi tersebut, kata Ainun, BPK memberi waktu 60 hari kepada Kemdikbud untuk memberi penjelasan. “Indikasi, bukan langsung kerugian. Kami diberi waktu 60 hari oleh BPK untuk menunjukkan apakah indikasi kerugian negara tersebut dapat dijelaskan.  Kalau tidak bisa dijelaskan oleh Kemdikbud, kata indikasinya jadi hilang. Benar-benar kerugian negara,” katanya.

Ainun mengatakan, untuk setiap rekomendasi dari BPK ada penyelesaian masing-masing. Yang jelas, tambahnya, BPK merekomendasikan agar ke depan pelaksanaan UN, untuk perencanaan, koordinasi, monitoring dan evaluasi dilakukan oleh pusat. Sedangkan penyelenggaraannya dilakukan oleh provinsi bekerja sama dengan perguruan tinggi.

Adapun langkah-langkah perbaikan yang telah dilakukan Kemdikbud sebagai tindak lanjut rekomendasi BPK adalah sebagai berikut: (1) Memerintahkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Bendahara Pengeluaran (BPP) untuk menindaklanjuti semua  rekomendasi auditor, termasuk penyetoran ke kas Negara dan pengenaan sanksi disiplin Pegawai Negeri sesuai ketentuan yang berlaku; (2) Memerintahkan Inspektorat Jenderal untuk melakukan pemeriksaan lanjutan sesuai rekomendasi BPK RI atas kondisi atau kejadian yang diduga atau berpotensi merugikan keuangan Negara; (3) Kemdikbud telah memerintahkan Balitbang untuk melakukan perbaikan SOP, kajian peran BNSP atas pelaksanaan ujian nasional, peningkatan sosialisasi, dan lain-lain. (AR)


Baca Selengkapnya ....

Kemdikbud Tingkatkan Kemampuan Petugas Layanan Informasi

Posted by ictcentersmkalor Senin, 26 Agustus 2013 0 komentar
Jakarta --- Dalam upaya meningkatkan layanan publik kepada masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus membekali petugas-petugasnya dengan kemampuan komunikasi dan organisasi yang memadai. Hari ini, Kamis (22/8), Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemdikbud mengadakan kegiatan pembekalan bagi petugas layanan call center dan pengaduan, di kantor Kemdikbud.
Acara yang dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha PIH, Hawignyo mewakili Kepala Pusat Informasi dan Humas tersebut dihadiri oleh 45 peserta yang berasal dari internal PIH dan unit utama. Narasumber pertama yang mengisi kegiatan tersebut adalah Staf Khusus Mendikbud bidang Komunikasi dan Media, Sukemi. Materi yang dibawakannya adalah tentang “Motivasi Menjadi seorang Pelayan Publik”.
Dalam paparannya Sukemi mengatakan, Kemdikbud merupakan salah satu instansi yang kerap menjadi sasaran empuk untuk pengaduan. Hal tersebut, kata Dia, merupakan akibat dari tingginya ekspektasi masyarakat terhadap dunia pendidikan. Oleh karena PIH harus siap menerima segala bentuk pengaduan. “Pengaduan yang masuk itu resiko kita di bagian pelayanan,” katanya.
Sukemi juga menyebutkan, ada tiga siasat yang perlu dipahami oleh petugas layanan agar termotivasi untuk memberikan layanan terbaik. Pertama, kata Sukemi, petugas wajib memiliki kesadaran bahwa dirinya wajib melayani masyarakat. Kedua, petugas juga harus mau terus belajar tentang dunia pendidikan. Dan yang ketiga, petugas perlu menjadikan tempat kerjanya sebagai tempat belajar.
Menurut Sukemi, dalam bekerja seharusnya ada reward dan punishment. Apapun bentuknya, diharapkan dengan adanya hal tersebut dapat memacu dan memotivasi para petugas untuk bekerja, dan mengingatkan mereka untuk meminimalisir kesalahan. “Sebaiknya ada reward dan punishment bagi petugas call center,” katanya.
Kegiatan pembekalan bagi petugas layanan publik Kemdikbud ini akan berlangsung selama dua hari, (22-23/8). Selama dua hari tersebut ada beberapa narasumber yang akan menyampaikan materi. Adapun materi yang akan disampaikan setelah motivasi bagi petugas, yakni tentang Pembangunan Institut Seni Budaya Indonesia dan tentang Bidikmisi dan UKT.
Setelah mendapat pembekalan dari narasumber, diharapkan petugas layanan memperoleh pengetahuan yang lebih banyak tentang kebijakan-kebijakan Kemdikbud, dan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memberikan pelayanan publik. (AR)


Baca Selengkapnya ....

Kemdikbud Lanjutkan Proses Pendirian Empat ISBI

Posted by ictcentersmkalor 0 komentar
Jakarta --- Proses pendirian Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di empat wilayah Indonesia sudah dimulai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sejak tahun 2012. Persiapan pendirian ISBI berupa studi kelayakan dan penyiapan dokumen pendirian. Sedangkan di tahun 2013 ini, perkembangan pendirian ISBI memasuki tahap serah terima lahan dan penerimaan mahasiswa baru.
Pelaksana tugas Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Kemdikbud, Achmad Jazidie, mengatakan, tujuan didirikannya ISBI adalah supaya ISBI bisa menjadi salah satu sarana pengembangan warisan budaya bangsa, dan menghasilkan sarjana seni dan budaya yang peka dan tanggap terhadap masalah sosial, budaya, etika, moral, dan akademis.
“Begitu banyak kebudayaan yang kita miliki. Tapi sayang sekali, sedikit yang terkonstruksi dengan baik,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam pembekalan petugas call center Kemdikbud, di Ruang Sidang Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Jakarta, (22/8). Ia mengatakan, institusi ilmiah seperti ISBI diharapkan bisa merekonstruksi kebudayaan dan mengembangkan kebudayaan dengan kajian ilmiah dan analisis ilmiah.
Jazide menjelaskan, pada tahun lalu, empat Institut Seni Indonesia (ISI) yang juga akan dikonversi menjadi ISBI, memulai studi kelayakan untuk persiapan pendirian ISBI. ISI Padang Panjang melakukan studi kelayakan untuk ISBI Aceh, ISI Yogyakarta untuk ISBI Kalimantan Timur, ISI Surakarta untuk ISBI Sulawesi dan ISI Bali untuk ISBI Papua.
Dalam proses pendirian sebuah perguruan tinggi di suatu wilayah, jelas Jazidie, Kemdikbud selalu meminta partisipasi dari pemerintah daerah terkait. “Ada lahan atau tanah yang diserahkan ke Kemdikbud sebagai aset Kemdikbud. Ini tidak mudah,” ujarnya. Ia menuturkan, ada pemerintah daerah atau DPRD yang sulit bekerja sama atau memberikan izin pembebasan lahan. Namun usaha pendirian ISBI terus diupayakan dengan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait. Salah satunya melalui pendekatan kebudayaan yang terbukti efektif dan direspon positif oleh masyarakat Papua.
Tahun ini, ISBI Papua akan melakukan serah terima lahan seluas 5 Ha dari 20 Ha yang berlokasi di Jayapura. Selain itu ISBI Papua juga telah memasuki tahap proses persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), serta memulai penerimaan mahasiswa baru melalui skema program studi di luar domisili.
Untuk ISBI Kalimantan Timur, saat ini tengah menjalani proses sertifikasi lahan seluas 100 Ha di Tenggarong, dan penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2013/2014. Sedangkan ISBI Sulawesi saat ini dalam proses sertifikasi lahan seluas 30 Ha di Takalar serta rencana serah terima lahan. Sementara ISBI Aceh juga dalam tahap rencana serah terima lahan juga pembebasan lahan seluas 10 Ha di Aceh Besar. (DM)


Baca Selengkapnya ....

Twitter

MAJALAH DIKBUD

TUKAR LINK

ictcentersmkalor

Admin

Admin
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita || Digital Areas - Original design by Bamz | Copyright of ict center smk alor.